Menaker Buka Pemagangan Nasional 2026, 50 Ribu Peserta Ikuti Batch Pertama
- 11 Agt 2026 12:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menaker Yassierli resmi membuka Program Pemagangan Nasional 2026 batch pertama dengan total 50 ribu peserta pada Selasa 11 Agustus 2026.
- Acara pembukaan dihadiri oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dengan 500 peserta hadir secara langsung dan peserta lainnya mengikuti secara daring.
- Seluruh peserta pemagangan nasional telah melalui proses seleksi dan orientasi sebelum mengikuti kick-off program pemagangan nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi membuka program Pemagangan Nasional 2026 batch pertama dengan 50 ribu peserta, Selasa 11 Agustus 2026. Pembukaan program tersebut turut dihadiri Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Yassierli mengatakan, para peserta sebelumnya telah melalui proses seleksi dan orientasi sebelum mengikuti kick-off pemagangan nasional. Sebanyak 500 peserta hadir secara langsung, sementara peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring.
“Hari ini kita melaksanakan kick-off pemagangan nasional angkatan kedua batch yang pertama. Batch pertama kita kick-off pembukaan pagi hari ini 50 ribu orang,” kata Yassierli di gedung Kemnaker Jakarta, Selasa 11 Agustus 2026.
Menurutnya, selama mengikuti program, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja. Tetapi juga pembekalan keterampilan pendukung atau soft skill secara daring.
Program pemagangan tersebut dirancang berlangsung selama enam bulan. Peserta juga akan memperoleh pendapatan selama menjalani masa magang.
Sementara itu, Seskab Teddy Indra Wijaya mengatakan program Pemagangan Nasional 2026 menargetkan 150 ribu peserta. Sebanyak 50 ribu peserta dibuka pada tahap pertama, sedangkan dua tahap berikutnya masing-masing akan dibuka pada bulan selanjutnya.
“Jadi hari ini dibuka lagi atas arahan Bapak Presiden program magang nasional tahun kedua tahun 2026 150 ribu peserta magang. Nah yang hari ini dibuka adalah 50 ribu pertama dari 150 ribu,” ujar Teddy.
Teddy menjelaskan, program pemagangan nasional telah berjalan sejak 2025 dengan melibatkan 100 ribu lulusan perguruan tinggi. Para peserta menjalani magang selama enam bulan dan mendapatkan uang saku dari pemerintah sesuai upah minimum kabupaten/kota tempatnya.
Menurut Teddy, sekitar 30-40 persen peserta tahun 2025 kemudian langsung bekerja setelah menyelesaikan masa magang. "Alhamdulillah yang tahun lalu sudah selesai semua dan dari 100 ribu itu 30-40 persennya langsung bekerja,” ujarnya.
Pada pembukaan program tahun kedua ini, pemerintah juga menerima masukan langsung dari peserta terkait pelaksanaan program. Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program pemagangan nasional ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....