Muktamar Ke-35 NU Jadi Momentum NU Care-LAZISNU Revitalisasi Palestine Fonds

  • 30 Agt 2026 12:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jombang - Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momentum NU Care-LAZISNU menghidupkan kembali gerakan Palestine Fonds. Revitalisasi tersebut diwujudkan melalui deklarasi Palestine Fonds 2.0 di Jombang, Jawa Timur.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Ginanjar Sya’ban mengatakan dukungan NU terhadap Palestina memiliki sejarah panjang. Komitmen tersebut bahkan telah tumbuh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

“Salah satu tonggak pentingnya terjadi dalam Muktamar NU di Menes, Banten, pada 1938. Diinisiasi oleh KH Abdul Wahab Hasbullah atas restu KH M Hasyim Asy’ari,” ujar Ginanjar dalam sambutan di Aula Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang, Sabtu 29 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan Silaturahim LAZISNU (Silatnas) Sedunia. Menurut Ginanjar, Muktamar NU di Menes menjadi bagian penting sejarah dukungan NU terhadap rakyat Palestina.

Pada muktamar tersebut, KH Abdul Wahab Hasbullah menginisiasi gerakan Palestine Fonds atau Dana Palestina. Gerakan itu menjadi bentuk awal dukungan NU melalui penggalangan bantuan moral dan materiil.

Menurut Ginanjar, revitalisasi Palestine Fonds memiliki nuansa historis yang kuat. Gerakan tersebut menjadi upaya menghidupkan kembali semangat para pendiri NU dalam mendukung Palestina.

“Gerakan ini seperti mengulang kembali semangat yang pernah dibangun para pendiri NU dalam memberikan dukungan kepada Palestina. Kita seolah dejavu, karena lokasinya berada di Jombang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar menegaskan komitmen membantu rakyat Palestina. Menurutnya, kemerdekaan Palestina merupakan tujuan yang harus terus didukung.

“Ketika berbicara terkait Palestina, almarhum Mbah Wahab itu salah satu tokoh yang sudah memberikan perhatian istimewa kepada Palestina. Dan kita tidak akan berhenti membantu Palestina,” kata Habib Ali.

Habib Ali menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah menyalurkan bantuan melalui NU Care-LAZISNU. Menurutnya, lembaga tersebut memiliki jaringan mitra untuk menyalurkan bantuan di sejumlah negara.

“Kita bersyukur LAZISNU memiliki akses untuk menyalurkan bantuan kepada Palestina itu melalui Mesir, Turki, Yordania. Bahkan melalui mitra di dalam Palestina itu sendiri,” ucapnya.

Ia menilai persoalan kemanusiaan yang dihadapi rakyat Palestina tidak boleh luput dari perhatian. Bantuan dari Indonesia, meskipun kecil, dinilai memiliki arti besar secara materiil maupun moral.

“Sedikit yang kita berikan tentu tidak sedikit bagi saudara-saudara kita di Palestina. Itu akan besar dan dianggap suatu dukungan moral dan materi,” ucapnya.

Palestine Fonds 2.0

Palestine Fonds 2.0 merupakan gerakan aktivasi dan revitalisasi Palestine Fonds. Gerakan tersebut sebelumnya digagas KH Abdul Wahab Hasbullah pada Muktamar Ke-13 NU di Menes, Banten, pada 1938.

Atas restu KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Hasbullah menginisiasi Palestine Fonds sebagai gerakan sosial berskala nasional. Gerakan tersebut dilakukan melalui penggalangan dana untuk mendukung perjuangan dan meringankan penderitaan rakyat Palestina.

Setelah 88 tahun, gerakan tersebut kembali dihidupkan melalui momentum Muktamar Ke-35 NU 2026. Revitalisasi ini menjadi respons terhadap krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Palestina.

Penggalangan dana Palestine Fonds 2.0 dilakukan di kawasan Tambakberas, Jombang. Gerakan tersebut diharapkan memperkuat solidaritas kemanusiaan warga NU dan masyarakat Indonesia bagi rakyat Palestina.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....