BNPB: Prediksi Sebaran Polutan Karhutla Terlihat Semakin Jelas
- 29 Agt 2026 21:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BNPB memprediksi polutan kebakaran hutan Kalimantan bergerak ke arah utara menuju kawasan Laut Cina Selatan akibat pergerakan angin.
- Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyatakan pola sebaran polutan terlihat semakin jelas dibandingkan sebelumnya.
- Berdasarkan prediksi BMKG, polutan diperkirakan melintasi wilayah Sarawak sebelum mencapai kawasan Laut Cina Selatan.
RRI.CO.ID, Jakarta – BNPB mengungkap prediksi sebaran polutan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan bergerak menuju wilayah utara akibat pergerakan angin. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pola sebaran polutan terlihat semakin jelas.
Berdasarkan prediksi BMKG, polutan tersebut diperkirakan melintasi Sarawak hingga mencapai kawasan Laut Cina Selatan. “Polutan itu lebih terang saat ini terbang ke arah utara, yang kemarin masih blur, sekarang sudah lebih jelas,” kata Berton dalam konferensi pers yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara daring, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Selain Kalimantan, Berton juga menyebut terdapat sejumlah polutan yang terpantau berasal dari wilayah Sumatra. Ia menambahkan polutan juga terlihat dari beberapa wilayah lain, termasuk Irian Jaya dan Jawa.
Sementara itu, BNPB terus melakukan berbagai upaya untuk menurunkan jumlah titik api maupun titik panas. Upaya tersebut dilakukan, baik melalui operasi darat dan operasi udara bersama satuan tugas terkait.
Berton mengungkapkan operasi darat melibatkan berbagai unsur untuk menemukan serta memadamkan api sejak awal. Meliputi, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Daops, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, relawan, serta pihak-pihak swasta.
“Fokus kami tentu ada patroli. Bagaimana kita melakukan patroli, sehingga melihat apakah ada api baru, api yang sedang berkembang, atau memang api yang besar,” ucapnya.
Ketika titik api membesar, lanjutnya, Satgas Udara akan dikerahkan untuk mendukung pemadaman melalui metode water bombing. Namun, pemadaman aktif juga tetap dilakukan tim darat untuk mengendalikan kebakaran yang ditemukan.
Berton menyebut BNPB juga melakukan pendinginan lahan gambut setelah pemadaman api di permukaan selesai dilakukan. Ia menilai pendinginan diperlukan untuk memastikan api tidak kembali muncul dari bagian dalam lahan gambut.
Ia mengatakan masyarakat juga dapat memantau langsung kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). Informasi tersebut dapat diakses masyarakat melalui laman resmi yang disediakan Kementerian Lingkungan Hidup, yakni ispu.kemenlh.go.id.
“Tolong tetap menjaga agar tidak membakar sampah, tidak membuang puntung rokok secara sembarangan. Kemudian, tidak bermain api di daerah-daerah terutama yang sangat kering vegetasinya, sehingga tidak menimbulkan api,” ujar Berton.
Selain mencegah kebakaran, Berton meminta masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara semakin memburuk. Masyarakat juga diminta selalu menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.
Jika ada temuan titik api, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada dinas terkait, kepala desa, BPBD, atau layanan 117. Langkah tersebut diperlukan agar keberadaan titik api dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....