Menteri PU Percepat Rehabilitasi Dua Jembatan Terdampak Gempa Flores

  • 29 Agt 2026 12:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menginstruksikan percepatan rehabilitasi Jembatan Wae Pesi dan Jembatan Wae Dampek yang terdampak gempa Flores.
  • Percepatan penanganan diperlukan agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang kembali berjalan lancar di wilayah Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.
  • Infrastruktur yang dipulihkan harus memiliki kualitas yang lebih baik agar dapat menghadapi risiko gempa di masa depan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginstruksikan percepatan rehabilitasi dua jembatan vital terdampak gempa Flores. Dua jembatan tersebut yakni Jembatan Wae Pesi di Kabupaten Manggarai dan Jembatan Wae Dampek di Kabupaten Manggarai Timur.

Menurutnya, percepatan penanganan diperlukan agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang kembali berjalan lancar. Ia memastikan, kualitas infrastruktur yang dipulihkan juga harus lebih baik menghadapi risiko gempa.

Ia mengintrusikan penanganan infrastruktur terdampak gempa harus dilakukan secara cepat dan tepat. Langkah tersebut diperlukan agar aktivitas masyarakat kembali berjalan, mobilitas barang lancar, serta akses antarkawasan tetap terjaga.

“Yang menjadi porsi kita harus kita kerjakan secepat-cepatnya. Dengan kualitas harus lebih bagus lagi dan berkarakter lebih tahan terhadap gempa,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu, 29 Agustus 2026.

Jembatan Wae Pesi menjadi salah satu infrastruktur yang mendapat perhatian khusus dalam pemulihan konektivitas Flores. Jembatan tersebut berada pada ruas Ruteng–Reo–Kedindi yang terhubung langsung dengan Pelabuhan Reo.

Pelabuhan Reo memiliki depo Pertamina yang menjadi jalur penting distribusi bahan bakar minyak bagi wilayah sekitar. Karena itu, pemulihan Jembatan Wae Pesi diperlukan untuk menjaga kelancaran mobilitas orang maupun distribusi barang.

Berdasarkan pemeriksaan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur, sejumlah kerusakan teridentifikasi pada jembatan. Kerusakan tersebut meliputi retakan pada oprit jembatan, expansion joint, serta bagian daerah aliran sungai.

Dody mengatakan peralatan untuk rehabilitasi Jembatan Wae Pesi sedang didatangkan dari Jakarta menuju lokasi. Ia menargetkan pekerjaan rehabilitasi dapat dimulai paling lambat pada pertengahan September 2026.

“Wae Pesi ini secara keseluruhan terdampak paling parah, kita berusaha merehabilitasi dengan cepat. Saat ini sedang mendatangkan alat dari Jakarta, mudah-mudahan paling lambat pertengahan September kita sudah mulai melakukan rehabilitasi,” kata Dody.

Ia mengatakan, rehabilitasi Jembatan Wae Pesi ditargetkan segera dilakukan agar gangguan perjalanan masyarakat tidak berlangsung lama. Penanganan tersebut juga diarahkan untuk mengembalikan fungsi jembatan sekaligus meningkatkan kualitas konstruksinya.

Selanjutnya, Dody meninjau Jembatan Wae Dampek yang membentang di Sungai Wae Laing, Kabupaten Manggarai Timur. Jembatan tersebut memiliki panjang 60 meter dengan konstruksi rangka baja pada ruas Wae Gongger–Batas Kabupaten Manggarai–Pota.

Dalam peninjauan tersebut, Dody melihat kondisi oprit dan bagian bawah jembatan untuk memastikan penanganan dilakukan secara tepat. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascagempa di wilayah Flores.

Dody menekankan karakter wilayah Flores yang memiliki risiko gempa harus menjadi pertimbangan dalam pembangunan kembali infrastruktur. Prinsip build back better diterapkan agar jembatan yang dipulihkan memiliki kualitas dan ketahanan lebih baik.

“Ini adalah daerah gempa, jadi bangunannya harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alamnya. Prinsipnya kita harus membangun dengan lebih baik lagi, tetapi dengan lebih cepat,” ujar Dody.

Berdasarkan data per 20 Agustus 2026, gempa Flores berdampak pada 11 ruas jalan nasional. Dampak tersebut mencakup 64 titik longsoran, tujuh titik patahan badan jalan, serta 14 unit jembatan dan deuker.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah memobilisasi 12 unit ekskavator dan empat unit loader untuk mempercepat pemulihan akses. Kementerian PU juga memobilisasi jembatan Bailey dari Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Kementerian PU memastikan seluruh ruas jalan nasional di Pulau Flores saat ini telah dapat dilalui kendaraan secara fungsional. Pemulihan dua jembatan tersebut menjadi bagian lanjutan untuk memperkuat konektivitas masyarakat setelah gempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....