BRIN Kaji dan Uji Coba Tepung Singkong untuk Pemadaman Karhutla
- 29 Agt 2026 08:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji dan uji coba tepung singkong atasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
- Kepala BRIN Arif Satria menyebut secara teori, tepung singkong dapat dimanfaatkan untuk penanganan karhutla
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan kepada Presiden Prabowo dalam rakor penanganan karhutla terkait singkong berpotensi menjadi alternatif baru dalam penanganan karhutla
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyebut penggunaan tepung singkong untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), adalah masuk akal. Arif mengatakan penggunaan tepung singkong tersebut disampaikan oleh Kepala Kepolisian RI Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
"Jadi tepung singkong itu kan ini yang disampaikan oleh Bapak Kapolri. Kami menyampaikan secara kami sampaikan bapak Kapolri bahwa secara saintifik sebenarnya itu hal yang yang masuk akal, sesuatu yang bisa," kata Arif dalam keterangan kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.
Lebih lanjut, ia mengatakan BRIN menindaklanjuti pernyataan dari Kapolri soal tepung singkong dengan melakukan kajian yang melibatkan para ahli kimia molekuler. BRIN dan Polri bekerja sama untuk untuk penelitian dan perlu diuji dalam skala besar.
"Begitu saya mendapat berita itu kemudian kita lakukan kajian secara teoritik, para ahli kimia molekuler yang ada di BRIN melakukan kajian dan langsung disampaikan bahwa memang itu secara teoritik betul. Nah tinggal bagaimana sekarang Polri dan BRIN sedang kerja sama untuk melakukan uji coba untuk berbagai skala," katanya.
"Karena kan yang saat ini kita lihat kan baru skala kecil. Nah sekarang bagaimana untuk skala besar, untuk skala besar kan," ujar Prof Arif.
Arif mengatakan kajian tersebut meliputi komposisi campuran zat hingga tekhnik penggunaan tepung singkong untuk memadamkan karhutla. Menurutnya, penggunaan tepung singkong harus menggunakan alat tertentu.
"Dari sisi apa namanya campuran-campuran zat-zatnya maupun dari sisi bagaimana teknik untuk memadamkannya seperti apa. Kan tidak mungkin ditaburi pakai tangan, harus pakai alat-alat tertentu dan sekarang sedang dikaji," ujarnya menerangkan.
Mantan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan BRIN menindaklanjuti penggunaan tepung singkong untuk memitigasi karhutla karena menjadi perhatian masyarakat. BRIN memiliki tugas untuk menciptakan teknologi salah satunya pengembangan tepung singkong untuk karhutla.
"Tugas BRIN itu memang segala praktik yang ada di masyarakat yang sudah dipraktikkan itu kita kaji secara saintifik, nih bener apa tidak. Fungsi BRIN itu salah satunya adalah dalam rangka untuk menginkubasi teknologi, jadi teknologi-teknologi yang muncul dari masyarakat coba kita validasi," kata Arif.
Arif kembali menegaskan secara teori dan hipotesis, tepung singkong dapat dimanfaatkan untuk penanganan karhutla. Oleh sebab itu, menjadi tantangan bagi tim dari Polri dan BRIN agar tepung singkong efektif digunakan dalam skala besar untuk pemadaman karhutla.
Ia meminta dukungan dari masyarakat agar kajian dan uji coba berhasil sehingga dapat digunakan secara luas. Apalagi kasus karhutla masih menjadi ancamana pada masyarakat.
"Secara teori, hipotesis, yes betul tapi yang sekarang kita harus kita pikirkan adalah untuk skala berapa? kan skala kebakaran hutan kan luas sekali. Nah itu untuk skala yang besar inilah tantangan kita, sekarang tim Polri dengan tim BRIN sedang menyiapkan itu, melakukan kajian dan juga melakukan uji coba mohon doanya," kata Arif.
Ditanya apakah ada arahan khusus dari Presiden Prabowo terkait penggunaan tepung singkong, Arif menegaskan Kepala Negara meminta BRIN untuk menyiapkan teknologi untuk penanganan karhutla. BRIN memiliki teknologi yakni modifikasi cuaca yang dinilai efektif untuk mengatasi persoalan karhutla.
" Teknologi modifikasi cuaca ini sangat penting juga untuk bisa kita gunakan, material NaCl mikron ya, 25 mikron, di mana itu teknologi yang sangat-sangat efisien ya untuk membuat hujan buatan. Jadi teknologi modifikasi cuaca dengan dengan berbagai teknologi terkini itu saya kira bisa kita lakukan," kata Arif.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan kepada Presiden Prabowo dalam rakor penanganan karhutla terkait singkong berpotensi menjadi alternatif baru dalam penanganan karhutla. Kendati demikian diperlukan penelitian dan pengujian lebih lanjut untuk memastikan tingkat efektivitasnya.
"Kalau luasannya atau jumlah tepung yang digunakan cukup, mungkin api dalam bentuk sedang atau besar juga bisa," kata Kapolri Listyo. Inovasi tersebut berkaca dari penggunaan tepung singkong anggota Babinsa di Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....