Kemenkes Siapkan Strategi Kendalikan Dampak Kesehatan Karhutla

  • 29 Agt 2026 06:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan sejumlah strategi untuk mengendalikan dampak kesehatan masyarakat akibat kebakaran hutan dan lahan.
  • Strategi tersebut dilakukan melalui edukasi, pengurangan risiko, pemantauan penyakit, serta penguatan layanan kesehatan di wilayah terdampak.
  • Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan strategi penanganan dilakukan melalui edukasi, pengurangan risiko, serta pemantauan penyakit masyarakat terdampak.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan sejumlah strategi untuk mengendalikan dampak kesehatan masyarakat akibat kebakaran hutan dan lahan. Strategi tersebut dilakukan melalui edukasi, pengurangan risiko, pemantauan penyakit, serta penguatan layanan kesehatan di wilayah terdampak.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan strategi penanganan dilakukan melalui edukasi, pengurangan risiko, serta pemantauan penyakit masyarakat terdampak. Masyarakat di wilayah berpolusi udara buruk diimbau mengurangi aktivitas luar rumah dan menggunakan masker untuk perlindungan.

“Kami terus memantau penyakit akibat karhutla dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan masyarakat terdampak dan menentukan langkah penanganan,” kata Dante Saksono Harbuwono saat konferensi pers di kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Jumat, 28 Agustus 2026.

Dante mengatakan, Kemenkes juga menjalankan sistem surveilans untuk memantau dampak kesehatan masyarakat secara berkala, termasuk perkembangan kasus ISPA. Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan pemerintah mengetahui jumlah masyarakat yang mengalami ISPA sekaligus memantau kondisi kesehatan mereka.

“Jadi kita ketemu tadi ada 13.000 yang kena dari dua bulan ini, sudah mulai sembuh, 4.000 masih ada. Itu karena sistem surveilans kita sudah berjalan,” ucap Dante.

Dante menyebut Kemenkes turut menyiapkan pos pelayanan kesehatan, rumah sakit rujukan, dan laboratorium kesehatan masyarakat di wilayah terdampak karhutla. Selain fasilitas kesehatan, pemerintah mengerahkan sumber daya manusia kesehatan untuk menangani berbagai dampak kesehatan akibat paparan asap karhutla.

“Kami menyiapkan pos pelayanan kesehatan, rumah sakit rujukan, dan laboratorium kesehatan masyarakat di wilayah terdampak karhutla. SDM kesehatan juga kami kerahkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan,” ujar Dante.

Dante mengungkapkan lebih dari 18 ribu dokter dikerahkan Kemenkes untuk menangani gangguan kesehatan masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan. Dokter yang dikerahkan terdiri atas dokter umum dan spesialis untuk memberikan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.

“Sebanyak 18 ribu dokter umum dikerahkan, termasuk 189 dokter paru, 238 dokter THT, 280 dokter mata, dan 212 dokter kulit. Kemenkes terus memantau dan menangani dampak kesehatan karhutla bersama pemerintah daerah selama kondisi tersebut masih berlangsung,” kata Dante menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....