Menteri LH Pastikan Industri Kendaraan Listrik Dukung Ekonomi Rendah Karbon

  • 29 Agt 2026 07:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menjelaskan bagaimana pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV). Yang menjadi salah satu langkah strategis Indonesia menuju target net zero emission pada 2060 atau lebih cepat.

Jumhur telah melakukan kunjungan industri ke PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah. Jumhur mengatakan pengembangan industri kendaraan listrik merupakan bukti komitmen Indonesia dalam mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Ini adalah bukti bahwa Indonesia melaksanakan kerja ke arah net zero emission tahun 2060. Yaitu membangun suatu industri otomotif berbasis listrik yang tentu tidak mengeluarkan emisi seperti kendaraan konvensional berbahan bakar,” ujar Jumhur, dalam keterangannya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurutnya, pengembangan kendaraan listrik juga sejalan dengan semangat kemandirian ekonomi bangsa. Khususnya prinsip berdikari secara ekonomi yang terus didorong Presiden Prabowo Subianto.

Jumhur menekankan transformasi kendaraan listrik tidak cukup hanya dengan mengganti kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan bermotor listrik. Pemerintah, kata dia, mendorong terbentuknya ekosistem industri secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Transformasi ini adalah pembangunan ekosistem industri nasional. Yang mencakup manufaktur, riset dan inovasi, penguatan rantai pasok, hilirisasi mineral, pengembangan teknologi baterai, serta penciptaan green jobs,” katanya.

Selain aspek industri dan lingkungan, Jumhur mengingatkan pentingnya pelibatan masyarakat sekitar dalam setiap pengembangan investasi. Keterlibatan warga sejak awal dinilai dapat membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan keberlanjutan investasi.

Ia juga meminta perusahaan menerapkan budaya keselamatan kerja. Dan juga prinsip zero accidentsebagai bagian dari tata kelola industri modern.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie menyambut positif sinergi antara sektor industri dan lingkungan. Salah satunya yang dilakukan dalam pengembangan kendaraan listrik nasional.

Menurut Anindya, pengembangan industri kendaraan listrik dapat memberikan sejumlah manfaat. Mulai dari mengurangi emisi karbon dan subsidi bahan bakar hingga membuka lapangan pekerjaan.

“Ini merupakan upaya mandiri dari sisi industri dan juga dari aspek karbon bisa dikurangi. Juga mengurangi subsidi bahan bakar, dan juga membuka lapangan kerja,” ujar Anindya.

KLH memastikan investasi di sektor kendaraan listrik akan terus dikawal agar berjalan sesuai standar lingkungan. Lalu memenuhi ketentuan hukum, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....