Ketua MPR Tekankan Sensus Ekonomi Jadi Dasar Kebijakan Berbasis Data
- 28 Agt 2026 18:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua MPR RI Ahmad Muzani berharap Sensus Ekonomi menghasilkan data akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan masa depan
- Muzani mengajak masyarakat berpartisipasi aktif agar pendataan kegiatan ekonomi penduduk dapat berjalan menyeluruh
- Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjamin kerahasiaan data sensus dan menyediakan kuesioner daring bagi masyarakat
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menekankan, sensus ekonomi dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan berbasis data. Ia menilai pendataan tersebut penting agar negara mengetahui aktivitas ekonomi masyarakat secara akurat dan menyeluruh.
Muzani menyampaikan harapan itu setelah menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi dari Badan Pusat Statistik, Jumat, 28 Agustus 2026. Kedatangan petugas tersebut turut didampingi Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti untuk melakukan pendataan terhadap dirinya sebagai warga negara.
“Kami berharap ini juga menjadi sebuah cara negara untuk mengetahui penduduknya tentang berkegiatan ekonomi. Supaya kebijakannya akan diambil pada masa-masa yang akan datang adalah kebijakan yang berdasar pada data dan angka yang benar,” ujarnya usai melakukan pendataan Sensus Ekonomi 2026 dengan Badan Pusat Statistik di Kediamannya, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.
Dalam proses pendataan, Muzani menjawab pertanyaan mengenai jumlah keluarga serta berbagai kegiatan usaha yang dijalankan. Pertanyaan itu mencakup usaha yang ditangani keluarga maupun anggota keluarganya sesuai informasi yang dimiliki.
Ia juga berharap kegiatan sensus ekonomi berjalan lancar dan diikuti sebanyak mungkin warga Indonesia. “Saya berharap kegiatan ini bisa berjalan lancar dan diikuti sebanyak mungkin oleh warga negara Indonesia,” kata Muzani.
Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengajak masyarakat berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi untuk mendukung pendataan nasional. Ia meminta warga mengingatkan kerabat, keluarga, tetangga, dan rekan yang belum mengikuti kegiatan pendataan tersebut.
Amalia menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir karena BPS menjaga kerahasiaan seluruh data yang diberikan. Ia juga menegaskan data dalam Sensus Ekonomi tidak memiliki kaitan dengan kepentingan perpajakan masyarakat.
“Jangan lupa menghimbau kepada kerabat, keluarga, tetangga, rekan, untuk yang belum disensus, untuk bisa dapat berpartisipasi dalam sensus. Jangan khawatir, data akan kami jaga kerahasiaannya, dan juga kami jamin ini tidak ada kaitannya dengan perpajakan,” ucap Amalia.
Menurut Amalia, masyarakat dapat berpartisipasi dengan mengisi kuesioner secara mandiri melalui fasilitas daring yang disediakan BPS. Tautan kuesioner daring tersebut dapat diminta kepada petugas sensus yang datang melakukan pendataan kepada masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....