Presiden Minta Rakyat Sukseskan Sensus Ekonomi BPS

  • 14 Agt 2026 18:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo meminta rakyat Indonesia mengisi formulir sensus ekonomi 2026 dengan sejujur-jujurnya untuk keakuratan data statistik nasional.
  • Sensus ekonomi 2026 diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan dijadwalkan berakhir pada Agustus 2026.
  • Presiden menekankan pentingnya partisipasi seluruh rakyat dan meminta masyarakat juga mengajak orang lain untuk turut serta dalam pengisian formulir sensus dengan integritas penuh.

RRI.CO.ID, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto meminta agar rakyat mengisi data sensus ekonomi 2026 dengan jujur. Sensus ekonomi digelar olen Badan Pusat Statistik (BPS) dan berakhir Agustus 2026.

"Saya minta agar saudara-saudara sekalian, wakil-wakil rakyat dan seluruh rakyat Indonesia yang sedang mendengarkan pidato saya saat ini. Saya minta agar saudara-saudara tidak hanya mengisi formulir sensus dengan sejujur-jujurnya, tapi juga mengajak semua orang untuk ikut mengisi dengan sejujur-jujurnya," kata Presiden Prabowo pada pidatonya dalam RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di MPR/DPR Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Presiden Prabowo memastikan data masyarakat tidak akan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Data sensus ekonomi, kata Presiden Prabowo akan digunakan untuk menyusun kebijakan dan anggaran.

Presiden Prabowo mencontohkan asumsi Produk Domestik Bruto (PDB) di RAPBN 2027, Rp 27.987 triliun . "Jika pembiayaan sebesar Rp671,2 triliun maka defisit APBN sebesar 2,40 persen terhadap PDB," ujarnya.

"Data yang dikumpulkan BPS dari sensus ekonomi tidak akan digunakan untuk mengejar kekayaan atau pendapatan pribadi yang dilaporkan. Tapi jika ternyata PDB kita lebih besar, yang banyak lembaga internasional mengatakan seperti itu, maka defisit kita akan jauh lebih kecil," katanya.

Presiden Prabowo menjelaskan hasil sensus ekonomi juga digunakan sebagai pembaharuan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTKS). Oleh sebab itu, menurut Presiden Prabowo, sensus ekonomi penting.

Presiden Prabowo mengatakan angka-angka APBN tergantung dengan angka-angka makroekonomi. Adapun angka-angka makroekonomi, sangat bergantung dari kualitas data yang dikumpulkan oleh BPS.

Presiden Prabowo mengaku mendapat laporan, belum ada pembaruan data selama 10 tahun. Oleh sebab itu, Kepala Negara berharap sensus ekonomi berhasil.

"Saya mendapat laporan, sudah lebih dari 10 tahun kita belum melakukan re-basing atau pembaruan cara kita menghitung berapa sebenarnya aktivitas ekonomi yang terjadi di negara kita. Oleh karena itu, sensus ekonomi yang sekarang dijalankan sampai akhir bulan Agustus 2026 oleh 251.000 petugas sensus bekerja di seluruh desa-desa kita, perlu kita pastikan berhasil," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....