GP Ansor dan Komdigi Bahas Kedaulatan Digital Indonesia di Jombang
- 28 Agt 2026 18:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- GP Ansor bersama Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Forum Diskusi Aspirasi Pemuda Nahdliyin.
- Kegiatan itu turut dihadiri para muktamirin yang berada di Jombang dalam rangkaian Muktamar.
- Diskusi diarahkan untuk membahas tantangan sekaligus strategi memperkuat kedaulatan digital Indonesia.
RRI.CO.ID, Jombang - Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) bersama Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Forum Diskusi Aspirasi Pemuda Nahdliyin bertema “Kedaulatan Digital Indonesia: Infrastruktur, Kedaulatan Digital, dan Transformasi Publik” di Jombang, Jawa Timur.
Forum yang digelar Jumat 28 Agustus 2026 di Panggung Teras BUMA, PP Nur An-Najiyah Bahrul Ulum tersebut mempertemukan pemuda Nahdliyin, pemerintah, akademisi, dan pelaku industri digital.
Kegiatan itu turut dihadiri para muktamirin yang berada di Jombang dalam rangkaian Muktamar. Diskusi diarahkan untuk membahas tantangan sekaligus strategi memperkuat kedaulatan digital Indonesia.
Kepala Badan Siber PP GP Ansor Ahmad Luthfi mengatakan kedaulatan digital tidak semata-mata berkaitan dengan penguasaan teknologi. Menurut dia, aspek perlindungan data, ruang informasi, hingga masa depan generasi muda juga menjadi bagian penting.
“Kedaulatan digital bukan hanya soal teknologi, tetapi soal kemampuan bangsa menjaga data, ruang informasi, dan masa depan generasi mudanya. Pemuda Nahdliyin harus ikut mengambil peran,” kata Ahmad Luthfi, Jombang, Jumat (28/8/2026).
Forum menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif berbeda. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Dr. Sonny Hendra Sudaryana, membahas pembangunan infrastruktur digital nasional, perkembangan teknologi, serta penguatan peran UMKM dalam ekosistem digital.
Sementara itu, Data Scientist Hukumonline.id Rudi Kurniawan mengulas tata kelola data dan kedaulatan digital, termasuk pemanfaatan data science dalam transformasi hukum dan pelayanan publik.
Adapun CEO Alvara Research Hasanudin Ali menyoroti transformasi digital sektor publik, penerapan e-government, serta pentingnya partisipasi publik di era digital.
Sonny menekankan pentingnya membangun ekosistem digital yang tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga didukung pemerataan infrastruktur dan penguatan pelaku usaha.
“Ekosistem digital yang kuat membutuhkan infrastruktur yang merata, UMKM yang berdaya, dan kolaborasi dengan organisasi kepemudaan seperti GP Ansor,” ujar Sonny.
Diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta diberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan aspirasi secara langsung kepada para narasumber.
Forum tersebut digelar di tengah meningkatnya penggunaan internet di Indonesia. Berdasarkan data APJII 2025 yang disampaikan dalam forum, penetrasi internet Indonesia mencapai 80,66 persen atau sekitar 229,4 juta jiwa dari total populasi 284,4 juta jiwa.
Besarnya ruang digital tersebut sekaligus menghadirkan sejumlah tantangan. Mulai dari penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI), kesenjangan literasi digital, perlindungan data pribadi, hingga persoalan kedaulatan digital.
Karena itu, keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk memastikan perkembangan ekosistem digital berjalan seiring dengan penguatan keamanan, tata kelola data, dan kepentingan publik. Selain forum diskusi, rangkaian kegiatan pada hari yang sama juga diisi dengan peluncuran sejumlah produk PT BUMA Bintang Perkasa.
Produk tersebut meliputi BUMA Logistic & Energy, BUMA Agriculture & Food, Benih Semesta 35, Marketplace Zarfix, Asuransi TAKA Indonesia, dan BUMA Paint. Peluncuran tersebut mendapat sambutan dari Ketua Umum PP GP Ansor Dr. H. Addin Jauharudin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....