Gus Yahya: NU dan Indonesia Tak Dapat Dipisahkan
- 28 Agt 2026 12:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Umum PBNU Gus Yahya menegaskan hubungan Nahdlatul Ulama dengan Indonesia tidak dapat dipisahkan karena NU didirikan untuk mengokohkan negara-bangsa Indonesia.
- NU lahir dari ikhtiar para pendirinya untuk memperkuat negara-bangsa yang merdeka dan dicintai oleh rakyat Indonesia.
- Arah perjuangan NU ke depan harus tetap sejalan dengan kepentingan bangsa dan negara sesuai dengan misi awal pendiriannya.
RRI.CO.ID, Jombang – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menegaskan NU dan Indonesia tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, NU sejak awal berdiri memiliki komitmen untuk turut memperkuat negara-bangsa Indonesia.
Gus Yahya mengatakan NU lahir dari ikhtiar para pendirinya untuk memperkuat negara yang merdeka dan dicintai masyarakat. Karena itu, arah perjuangan NU ke depan harus tetap sejalan dengan kepentingan bangsa dan negara.
"Para muktamirin pimpinan NU seluruh Indonesia dalam lima hari ke depan akan menentukan arah organisasi. Mereka akan menentukan bagaimana mengajak lebih dari 120 juta warga Nahdlatul Ulama," kata Gus Yahya saat membuka Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026.
Ia memastikan, arah perjuangan NU tidak boleh bertentangan dengan kepentingan bangsa dan negara. Menurutnya, keterkaitan NU dengan Indonesia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah organisasi.
"Tidak boleh arah Nahdlatul Ulama ini tidak bersesuaian dengan arah bangsa dan negara. Tepat yang dikatakan Kiai Hasib Wahab, Nahdlatul Ulama dan Indonesia tidak boleh dan tidak mungkin dipisahkan," ujarnya.
Gus Yahya juga menyinggung besarnya basis warga NU di Indonesia. Berdasarkan survei yang disebutnya, warga NU mencapai sekitar 57 persen dari total penduduk muslim Indonesia.
Karena itu, Gus Yahya mendorong penguatan kapasitas organisasi agar NU dapat memberikan manfaat lebih nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui kerja sama dengan pemerintah dalam mengawal berbagai program untuk kemaslahatan rakyat.
NU, lanjutnya, juga perlu memperkuat semangat ta'awun atau saling membantu bersama seluruh elemen bangsa. Menurutnya, prinsip tersebut penting untuk memperkokoh kehidupan masyarakat dan menjaga kekuatan bangsa.
"Mari jadikan momentum Muktamar ini sebagai titik tolak untuk memperkuat bangsa yang kita cintai. Semangat tolong-menolong harus dilakukan bersama seluruh warga bangsa, bukan hanya warga Nahdlatul Ulama," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....