Akses SBM Dibuka, Pemerintah Bantu Tekan Biaya Pakan
- 28 Agt 2026 11:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah membuka akses pembelian bungkil kedelai atau soybean meal (SBM) bagi koperasi peternak melalui PT Berdikari
- PT Berdikari menyiapkan hingga 30.000 ton SBM sampai Desember 2026 untuk memenuhi kebutuhan peternak mikro dan kecil
- Harga SBM ditawarkan Rp8.630 per kilogram loco gudang, lebih rendah dari kisaran harga Rp9.200–Rp9.700 per kilogram yang sebelumnya dikeluhkan peternak
- Koperasi tidak diwajibkan membayar uang muka dan dapat mengambil SBM secara bertahap berdasarkan purchase order (PO)
- Skema pembelian melalui koperasi ditujukan memperpendek rantai pasok dan menekan beban biaya pakan peternak ayam rakyat
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah membuka akses pembelian bungkil kedelai atau soybean meal (SBM) bagi koperasi peternak melalui PT Berdikari. Kebijakan tersebut menjadi tindak lanjut arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman.
Arahan itu disampaikan setelah peternak mengeluhkan tingginya biaya pakan dalam Rapat Koordinasi Perunggasan di Surabaya, Selasa, 11 Agustus 2026. Pemerintah meminta biaya produksi peternak tidak menjadi beban yang ditanggung sendiri.
“Kami sayang pengusaha, kami sayang peternak kecil. Kami di tengah, bagaimana tumbuh bersama,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Jumat, 28 Agustus 2026.
PT Berdikari kemudian bekerja sama dengan Koperasi Produsen LPER menyediakan SBM sebanyak 5.000 ton. Kerja sama penyediaan tersebut dimulai pada 18 Agustus 2026.
Skema pembelian selanjutnya diperluas dengan melibatkan koperasi peternak dari berbagai daerah. Pertemuan daring pada 24 Agustus membahas mekanisme penyediaan SBM secara langsung kepada koperasi.
PT Berdikari menyatakan kesiapan menyediakan hingga 30.000 ton SBM sampai Desember 2026. Sebanyak 20.000 ton disiapkan melalui Cigading, Banten, dan 10.000 ton melalui Teluk Lamong, Surabaya.
Harga SBM ditetapkan sekitar Rp8.630 per kilogram loco gudang. Harga tersebut berada di bawah kisaran Rp9.200 hingga Rp9.700 per kilogram yang sebelumnya dikeluhkan peternak.
General Manager Sales and Marketing PT Berdikari Dheni Kamavina mengatakan koperasi dapat mengonsolidasikan kebutuhan anggotanya. Pengambilan SBM dilakukan secara bertahap berdasarkan purchase order atau PO.
“Kami memfasilitasi koperasi yang membutuhkan SBM atau bungkil kacang kedelai. Dalam hal ini melalui PT Berdikari,” ujar Dheni.
Koperasi juga tidak diwajibkan membayar uang muka dalam mekanisme pembelian tersebut. Namun, biaya akhir tetap menyesuaikan lokasi dan ongkos distribusi.
Menurut Dheni, konsolidasi melalui koperasi memudahkan peternak mikro dan kecil memperoleh bahan baku pakan. Volume kebutuhan yang terkumpul juga membuat pasokan dapat direncanakan lebih terukur.
Ketua Koperasi Bina Peternak Karya Bersama Eti Marlina menyambut positif kebijakan tersebut. Kepastian akses SBM dinilai penting untuk membantu menekan beban biaya pakan peternak.
“Kami berharap akses pembelian SBM melalui PT Berdikari ini benar-benar dapat dimanfaatkan koperasi peternak mikro dan kecil. Sehingga bisa dijangkau semua petani," kata Eti.
Kementan menyebut keterlibatan PT Berdikari tidak dimaksudkan menutup peran pelaku usaha swasta. Pemerintah sebelumnya telah memberikan rekomendasi pemasukan SBM kepada 18 importir sejak 8 Mei 2026.
Kebijakan tersebut diarahkan menjaga ketersediaan bahan baku sekaligus menciptakan tata niaga yang lebih sehat. Pemerintah juga terus mengawal penyerapan telur untuk memberikan kepastian pasar bagi peternak.
Pembukaan akses 30.000 ton SBM menjadi bagian dari upaya menekan biaya produksi peternak rakyat. Pemerintah memastikan penyaluran melalui koperasi terus dikawal hingga tingkat peternak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....