Presiden: Pembangunan Sekolah dan Hunian di NTT Menunggu Kondisi Aman

  • 27 Agt 2026 05:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah menyiapkan langkah khusus untuk memulihkan operasional sekolah di wilayah terdampak bencana Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Kegiatan belajar mengajar sementara akan dilaksanakan di tenda sebelum bangunan sekolah dinyatakan aman oleh tim ahli.
  • Komitmen ini disampaikan Presiden langsung di Posko Pengungsian Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Rabu, 26 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Nagekeo - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pembangunan hunian dan sekolah akibat gempa di NTT masih menunggu kondisi aman. Untuk menjaga keselamatan, kegiatan belajar mengajar dilakukan di tenda sebelum bangunan permanen dibangun.

Presiden mengatakan berdasarkan masukan para ahli, masyarakat masih perlu menunggu hingga kondisi wilayah benar-benar aman. Masih perlu waktu, sebelum pembangunan permanen dan perbaikan rumah dimulai karena gempa susulan masih terjadi.

"Sudah kita siapkan perbaikan-perbaikan, langkah-langkah sementara supaya sekolah bisa segera buka, bisa segera kita jalankan. Untuk keamanan sekolah-sekolah mungkin di tenda dulu," ujar Presiden.

Presiden menyatakan hal itu saat berada di Posko Pengungsian Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu, 26 Agustus 2026. Presiden di Posko pengungsian tersebut juga berdialog langsung dengan masyarakat, termasuk anak-anak yang membutuhkan sarana sekolah.

"Menurut para ahli kita perlu lebih sabar, mungkin maksimal tiga minggu lagi baru lewat aman. Setelah itu baru kita mulai bangun hunian-hunian sementara dan perbaikan rumah-rumah dan sebagainya," kata Presiden.

Kepala Negara memastikan pemerintah pusat terus memantau kondisi wilayah terdampak bencana. Pemerintah juga terus mengirimkan bantuan dan menyiapkan berbagai kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan.

"Saya datang untuk melihat langkah-langkah yang sudah diambil. Saya menyampaikan kepada seluruh rakyat Flores, ucapan belasungkawa saya," ujar Presiden.

Presiden kemudian meminta masyarakat tetap bersabar selama proses penanganan berlangsung. Pemerintah, kata Presiden, akan terus membantu masyarakat hingga kondisi kembali aman.

"Jadi percayalah pemerintah tidak akan membiarkan saudara sendiri. Kita hadir dan kita akan terus membantu saudara-saudara," ucap Presiden.

Aktivitas gempa bumi susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus berlangsung, sampai, Rabu, 26 Agustus 2026. HIngga pukul 05.00 WIB, Rabu pagi, BMKG mencatat, sebanyak 7.492 gempa susulan telah terjadi di NTT.

Aktivitas ribuan gempa bumi susulan itu, setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Flores pada 15 Agustus 2026. Data BMKG menunjukkan, gempa bumi susulan tersebut memiliki rentang magnitudo yang cukup beragam, mulai dari 1,0 hingga 6,2.

"Dari ribuan aktivitas gempa tersebut, sebanyak 33 kejadian tercatat memiliki magnitudo di atas 5. Sementara, 143 gempa bumi susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat NTT," kata BMKG dalam keterangan persnya, Rabu, 26 Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....