Mentrans Dorong Domande Jadi Pusat Ekonomi Baru

  • 27 Agt 2026 10:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara meresmikan 100 Rumah Transmigrasi dan Jamban Keluarga (RTJK) di Kawasan Domande
  • Peresmian 100 RTJK merupakan perwujudan dari program Transmigrasi Lokal dengan sejumlah fasilitas pendukung untuk keberlanjutan bagi masyarakat transmigran
  • Pemberian lahan yang luas agar dapat digunakan oleh masyarakat transmigran, untuk mengembangkan usaha guna menciptakan pusat ekonomi baru

RRI.CO.ID, Merauke - Pemerintah mendorong Kawasan Transmigrasi Domande, Merauke, Papua Selatan, menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, program transmigrasi tidak boleh berhenti pada penyediaan rumah dan lahan.

Menurutnya, bantuan pemerintah harus menjadi stimulus agar masyarakat mampu mengembangkan usaha secara mandiri. Hal itu disampaikan saat meresmikan 100 Rumah Transmigrasi dan Jamban Keluarga (RTJK), Rabu, 26 Agustus 2026.

“Transmigrasi Lokal dengan pemberian rumah dan fasilitas pendukung hanyalah stimulus. Masyarakat tidak harus terus-menerus menggantungkan diri kepada pemerintah,” kata Iftitah.

Setiap RTJK dibangun di atas lahan seluas 1.000 meter persegi untuk 100 kepala keluarga transmigran. Lahan tersebut diharapkan dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha dan menciptakan pusat ekonomi baru.

Iftitah menyebut Papua Selatan memiliki potensi ekonomi yang besar untuk dikembangkan masyarakat. Potensi tersebut antara lain industri gula, sawit, perikanan, serta berbagai komoditas lokal.

“Harapannya, bantuan ini menjadi daya dorong agar masyarakat lebih giat bekerja. Banyak sumber daya alam Papua yang melimpah dan dapat dikembangkan,” ujarnya.

Ia juga meminta pengembangan ekonomi di Domande diikuti penguatan pemasaran produk masyarakat. Sebab, kemampuan produksi perlu didukung akses pasar agar usaha masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.

Sejumlah produk lokal Domande telah dikembangkan, seperti ikan asap, abon ikan lele, sambal roa, dan nugget ikan. Pengembangan produk tersebut mendapat pendampingan dari Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026.

Selain sektor ekonomi, TEP 2026 diminta mendukung peningkatan pendidikan masyarakat transmigran. Program yang disiapkan antara lain pelatihan pembentukan karakter dan English Corner untuk meningkatkan kemampuan berbahasa.

Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan, pembangunan rumah dan fasilitas pendukung memberikan kepastian bagi masyarakat transmigran. Ia juga menilai konektivitas serta pemasaran produk melalui e-commerce penting untuk menjaga keberlanjutan program.

“Pemerintah Kabupaten Merauke berterima kasih atensi Pemerintah Pusat berupa pembangunan perumahan untuk tahap 1 itu dilakukan 100 unit. Luar biasa bangunannya, ada fasilitas umum, rumah ibadah, jalan lingkungan, hari ini warga sudah bisa tempati," kata Yoseph.

Sementara itu, transmigran Domande Kris Oktovianus mengaku terbantu dengan kepastian rumah dan lahan. Kris yang merupakan nelayan tersebut berharap dukungan pemerintah dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....