Ketum HIPPINDO: Merek Lokal Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
- 26 Agt 2026 16:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mendorong merek lokal untuk menjadi tuan rumah di pasar domestik Indonesia.
- Merek lokal Indonesia memiliki kemampuan bersaing dengan merek global dan telah bertahan puluhan tahun dengan pengalaman panjang dalam industri retail.
- Pemerintah perlu memberikan dukungan dan penguatan terhadap pengembangan merek lokal agar semakin kompetitif di pasar dalam negeri.
RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budihardjo Iduansjah mendorong merek lokal menjadi tuan rumah. Ia menilai merek Indonesia memiliki kemampuan bersaing dengan merek global di pasar domestik.
Menurutnya, sejumlah merek lokal telah bertahan puluhan tahun dan memiliki pengalaman panjang dalam industri retail Indonesia. Ia menyebut kondisi tersebut perlu diperkuat melalui dukungan pemerintah terhadap pengembangan merek lokal agar semakin kompetitif.
“Banyak brand anggota HIPPINDO sudah lama umurnya, dan kami berharap dukungan Kementerian Perdagangan terus diberikan. Merek-merek lokal yang sudah lama itu bisa didorong untuk menjadi tuan rumah di negara kita,” ujar Budihardjo saat pembukaan kegiatan Indonesia Retail Summit and Expo 2026, di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Namun, Budihardjo juga menyoroti pentingnya menjaga keberadaan merek global yang telah berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Menurutnya, merek luar negeri yang membuka toko turut menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan kontribusi melalui pembayaran pajak di Indonesia.
Ia berharap kemudahan bagi merek global tetap diberikan untuk mendukung aktivitas retail sekaligus menarik kedatangan wisatawan. Menurut Budihardjo keseimbangan tersebut penting agar produk lokal berkembang tanpa mengesampingkan kontribusi merek global.
“Posisi HIPPINDO akan memastikan harmonisasi antara merek lokal dan global bersama-sama. Seperti kemudahan impor, kemudahan-kemudahan produk luar negeri yang branded bisa dijual di Indonesia, sehingga mendatangkan turis,” ucapnya.
Ia juga mengaitkan keberadaan merek global dengan program ‘Belanja di Indonesia Saja’ untuk mendorong aktivitas konsumsi domestik. Menurutnya langkah tersebut dapat memperkuat daya saing industri retail nasional, sekaligus memperluas peluang pertumbuhan bagi pelaku usaha.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....