Polri Kerahkan 403 Personel Satgas Edukasi Perkuat Pencegahan Karhutla

  • 26 Agt 2026 19:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polri mengerahkan 403 personel Satgas Edukasi Karhutla untuk memperkuat pencegahan di delapan wilayah Polda.
  • Personel memberikan penyuluhan mengenai bahaya karhutla, pencegahan, dampak, serta aturan larangan pembakaran lahan.
  • Sebanyak 395 personel merupakan peserta didik Lemdiklat Polri, sedangkan delapan lainnya bertugas sebagai pendamping.

RRI.CO.ID, Jakarta – Polri mengerahkan 403 personel Satgas Edukasi Karhutla ke delapan wilayah Polda. Penugasan ini memperkuat pencegahan melalui penyuluhan langsung kepada masyarakat di kawasan rawan kebakaran.

Kalemdiklat Polri Komjen Pol R.Z. Panca Putra Simanjuntak mengatakan pengerahan dilakukan bertahap mulai hari ini. Penempatan personel disesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah pencegahan karhutla.

“Sebanyak 403 personel kita dorong ke delapan Polda untuk melaksanakan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. Ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk memperkuat pencegahan karhutla,” ujar Panca, Rabu, 26 Agustus 2026.

Pengerahan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden kepada Kapolri untuk memperkuat langkah pencegahan karhutla. Pendekatan edukasi dipilih agar masyarakat memahami risiko kebakaran sebelum muncul titik api di wilayahnya.

Delapan wilayah penugasan berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Penugasan juga mencakup Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, Riau, serta Jambi.

Setibanya di wilayah penugasan, pelaksanaan kegiatan akan dikoordinasikan oleh masing-masing Polda. Personel bekerja dalam tim bersama jajaran kewilayahan untuk menjangkau masyarakat di kawasan membutuhkan penguatan pencegahan.

Menurut Panca, pencegahan melalui edukasi harus berjalan beriringan dengan langkah penegakan hukum. Evaluasi menunjukkan kelalaian manusia menjadi salah satu faktor yang memicu kebakaran hutan dan lahan.

“Selain penegakan hukum, pencegahan melalui edukasi harus berjalan secara terintegrasi. Masyarakat perlu memahami pentingnya mencegah kebakaran hutan dan lahan sejak dini,” katanya.

Karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan terhadap kawasan hutan dan lingkungan sekitarnya. Dampaknya juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, kegiatan ekonomi, hingga hubungan antarwilayah dan internasional.

Karena itu, personel dibekali berbagai perangkat sebelum diterjunkan untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Peralatan tersebut meliputi perangkat presentasi, laptop, layar, brosur, serta flyer berisi materi pencegahan.

Materi sosialisasi memuat bahaya karhutla, dampak kebakaran, hingga ketentuan hukum terkait larangan pembakaran lahan. Brosur dan flyer juga akan ditempatkan pada berbagai ruang publik di wilayah penugasan.

Panca mengatakan peserta didik Lemdiklat diharapkan menerapkan pengetahuan mereka secara langsung melalui pendekatan kepada masyarakat. Keterlibatan tersebut sekaligus menjadi bagian pembelajaran tentang pencegahan bencana dan perlindungan lingkungan.

“Para siswa kami harapkan mengimplementasikan ilmu dengan turun langsung kepada masyarakat. Tujuannya membangun pemahaman bersama untuk menjaga lingkungan dan mencegah karhutla,” ucapnya.

Dari 403 personel yang diberangkatkan, delapan orang bertugas sebagai pendamping selama kegiatan berlangsung. Sebanyak 395 lainnya merupakan peserta didik program S2 STIK, Setukpa, dan Sespimma.

Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan penempatan terbesar sebanyak 79 personel dalam pengerahan tersebut. Personel lainnya akan ditempatkan pada tujuh Polda berdasarkan kebutuhan pencegahan di masing-masing wilayah.

Melalui Satgas Edukasi, Polri berharap masyarakat semakin terlibat mencegah kebakaran sebelum api berkembang. Pencegahan dari tingkat masyarakat diharapkan mampu menekan potensi karhutla sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....