Tokoh Agama Sebut Maulid Nabi Sebagai Momentum Menguatkan Kepedulian Sosial

  • 26 Agt 2026 03:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pada Selasa, 25 Agustus 2026 dengan fokus pada penerapan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
  • Ustadz Khairunnasri dari Yayasan Pendidikan Islam Vinca Rosea Tahfizh Internasional Lhokseumawe menekankan bahwa Maulid Nabi berfungsi sebagai pengingat penting bagi umat Islam.
  • Keteladanan Rasulullah dianggap sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sosial modern dan kehidupan bermasyarakat hingga saat ini.

RRI.CO.ID, Jakarta - Umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pada Selasa, 25 Agustus 2026. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Musyrif Tahfidz Yayasan Pendidikan Islam Vinca Rosea Tahfizh Internasional Lhokseumawe, Ustadz Khairunnasri, mengatakan Maulid menjadi pengingat bagi umat. Rasulullah, menurutnya, memiliki keteladanan yang sangat relevan jika diterapkan dalam kehidupan sosial hingga kini.

Ia menilai kepedulian terhadap sesama merupakan salah satu akhlak Rasulullah yang penting diteladani. Kepedulian itu dapat diwujudkan dengan membantu masyarakat yang tertimpa musibah sesuai kemampuan masing-masing.

“Kaitannya dengan kemaslahatan sosial ini. kita mendapati bahwa Rasulullah itu adalah sosok yang sangat peduli. Bahkan kepada musuhnya sekalipun, beliau dalam catatan sejarah itu merupakan orang yang sangat peduli,” ujar Ustadz Khairunnasri saat berbincang bersama PRO 3 RRI pada Selasa, 25 Agustus 2026.

“Jadi kalau itu kita kaitkan dengan kondisi kita hari ini. Maka sudah selayaknya kita menunjukkan rasa empati kita di tengah banyaknya saudara-saudara kita yang hari ini ditimpa musibah,” katanya.

Khairunnasri mengatakan berbagai persoalan sosial dan bencana dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kepedulian. Kepedulian tersebut, lanjutnya, bisa diwujudkan melalui aksi nyata tanpa menunggu permintaan dari orang lain.

Ia mengaitkan hal itu dengan prinsip khairunnas anfauhum linnas, yakni manusia terbaik adalah yang bermanfaat bagi sesama. Menurutnya, prinsip tersebut mencerminkan penerapan akhlak Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat.

Khairunnasri mengatakan kepedulian sosial di Indonesia pada dasarnya tergolong kuat walaupun masyarakat dihadapi berbagai isu ekonomi dan ketidakpastian. Baginya, semangat gotong royong mulai terlihat saat masyarakat bahu membahu untuk membantu ketika terjadi bencana.

“Hari ini kami menunjukkan kepedulian yang sama, jadi kita bangsa yang dibangun dengan ikatan emosi yang luar biasa. Kalau memang sudah menjadi bagian dari masyarakat kita, tentu harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Ia berharap bahwa semangat Maulid Nabi mampu memperkuat kedewasaan dalam menghadapi perbedaan. Dan menjaga kebersamaan dalam bermasyarakat. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....