Dirut LPP RRI: Maulid Nabi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kerukunan Bangsa
- 24 Agt 2026 15:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo menyatakan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk meneladani kejujuran, amanah, dan akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
- Nilai keteladanan Rasulullah seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang, dan toleransi tetap relevan dan penting dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Penghormatan terhadap sesama perlu terus dijaga untuk memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat Indonesia di tengah dinamika sosial yang kompleks.
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo mengatakan Maulid Nabi Muhammad SAW momentum meneladani kejujuran, amanah, dan akhlak Rasulullah. Nilai keteladanan tersebut diharapkan menjadi pedoman masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari secara lebih baik.
Hendrasmo menilai nilai keteladanan Rasulullah, seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang, toleransi, tetap relevan dalam kehidupan berbangsa. Ia menambahkan penghormatan terhadap sesama perlu terus dijaga untuk memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat Indonesia.
“Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi momentum meneladani kejujuran, amanah, dan akhlak mulia Rasulullah dalam keseharian. Keteladanan tersebut harus diwujudkan melalui perilaku nyata agar menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Hendrasmo saat memberikan sambutan di Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kantor LPP RRI, Jakarta Pusat, Senin, 24 Agustus 2026.
Hendrasmo menilai keberagaman Indonesia merupakan anugerah yang harus dirawat melalui dialog, toleransi, dan sikap saling menghargai. Ia menegaskan kemuliaan seseorang tidak ditentukan kedudukan maupun harta, melainkan akhlak serta perilaku terhadap sesama.
“Kejujuran harus menjadi fondasi pekerjaan, sementara keadilan menjadi prinsip dalam setiap tindakan dan keputusan kita bersama. Kasih sayang harus menjadi jembatan untuk membangun hubungan antarsesama yang harmonis, penuh kepedulian, dan saling menghargai,” ucap Hendrasmo.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Tetapi mampu mendorong masyarakat mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Hendrasmo, pengamalan nilai tersebut dapat memperkuat kerukunan dan persatuan. Sekaligus membangun Indonesia sebagai bangsa yang beradab dan berkeadaban.
“Marilah kita terus merawat kerukunan dan memperkuat persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, serta bernegara bersama. Perbedaan harus kita hargai sebagai kekayaan bangsa Indonesia yang memperkuat persatuan dan kesatuan,” ucap Hendrasmo menutup sambutannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....