Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Segera Setop Impor Minyak dan LPG

  • 25 Agt 2026 21:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto menetapkan target menghentikan impor minyak dan LPG dalam waktu sesingkat-singkatnya sebagai wujud kemandirian energi nasional.
  • Pemerintah berencana memanfaatkan potensi energi terbarukan termasuk 100 gigawatt kapasitas, geotermal, dan ladang gas yang telah ditemukan untuk mencapai target tersebut.
  • Program PLTS 100 GWp diluncurkan di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali pada Selasa, 25 Agustus 2026 sebagai wujud komitmen pemerintah terhadap transisi energi.

RRI.CO.ID, Jembrana - Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia menghentikan impor minyak dan LPG dalam waktu sesingkat-singkatnya. Target tersebut menjadi bagian dari ambisi pemerintah membangun kemandirian energi.

"Dengan 100 gigawatt, dengan geotermal yang kita punya. Begitu juga dengan ladang-ladang gas yang kita sudah ketemukan, dengan lifting minyak yang harus naik terus," ujar Presiden Prabowo saat meluncurkan Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.

Presiden menilai kombinasi berbagai sumber energi tersebut diperlukan untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia. "Kita tidak boleh impor lagi satu barel pun minyak!" kata Presiden.

Kepala Negara juga menargetkan penghentian impor LPG dalam waktu sesingkat-singkatnya. "Kita tidak boleh impor lagi, insyaallah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun kita tidak boleh impor lagi," ujarnya.

Presiden Prabowo kemudian meminta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan target tersebut dapat dilaksanakan. Kemudian Menteri Bahlil menyatakan siap menjalankan arahan Presiden.

Sementara itu, pembangunan PLTS 100 GWp ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Presiden bahkan membuka peluang agar target tersebut dapat dicapai dalam dua tahun.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Pengembangan energi surya juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....