BNPB Pastikan Distribusi Bantuan Warga Terdampak Gempa NTT, semakin Lancar
- 25 Agt 2026 04:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tiga pesawat TNI AU kembali diterbangkan ke Nusa Tenggara Timur membawa bantuan untuk warga terdampak gempa NTT
- Total bantuan yang masuk ke Pulau Flores per 24 Agustus 2026, mencapai 1.225 ton
- Korban meninggal dunia akibat gempa di NTT mencapai 100 orang
RRI.CO.ID, Jakarta- Pemerintah terus mendistribusikan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut pendistribusian bantuan semakin lancar karena telah dibentuk posko baik ditingkat nasional maupun daerah.
“Untuk pendorongan logistik, komando pengendali semakin lancar karena terbentuk posko. Posko nasional ada di Halim, semua logistik akan dikirim ke labuan Bajo dan Maumere dihimpun di Halim,” kata Kepala BNPB, Suharyanto, dalam keterangan pers secara virtual, Senin, 24 Agustus 2026.
Ia menjelaskan posko logistik nasional di pusatkan di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Sementara posko di NTT yaitu Aju 1 Bandara Komodo Labuan Bajo, yang melayani empat kabupaten yakni Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur dan Ngada.
Posko lainnya di NTT, Aju II Maumere yang mengendalikan kegiatan penanganan gempa termasuk distribusi bantuan. Posko Aju II meliputi Kabupaten Sikka, Ende dan Nagekeo.
Adapun total bantuan yang masuk ke Pulau Flores per 24 Agustus 2026, mencapai 1.225 ton, dengan rincian 869 ton di Labuan Bajo dan Maumere 356 ton. Sementara itu, perkembangan dampak gempa yakni korban meninggal dunia mencapai 100 jiwa, korban luka baik ringan maupun berat 1. 603 jiwa.
Ia juga menjelaskan jumlah rumah yang rusak mencapai 73.818 unit dengan rincian 23.276 rusak berat, 17.563 unit rusak sedang dan 32.979 unit rumah rusak ringan. Suharyanto menjelaskan intensitas gempa susulan masih tinggi yakni 6.409 kali.
“Hari kedelapan terjadinya gempa Flores masyarakat masih banyak yang takut. Mereka tetap mengungsi di luar rumah meskipun urmah tidak terdampak atau rusak ringan dan jumlah mengungsi 180. 327 jiwa,” katanya.
Sebelumnya, tiga pesawat TNI Angkatan Udara membawa bantuan logistik ke NTT. Pesawat bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin 24 Agustus 2026 pukul 04.30WIB.
“Masing-masing dengan tujuan Labuan Bajo dan Maumere, membawa 31 ton logistik siap makan. Berupa biskuit, wafer, protein bar, roti, berbagai kebutuhan pangan lainnya, serta mainan untuk anak-anak,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....