BTT Rp200 Miliar NTT Cair, Provinsi Dapat Rp40 Miliar, Delapan Kabupaten Rp20 Miliar

  • 25 Agt 2026 08:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Indonesia menyalurkan, tambahan anggaran untuk membantu penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Total dana bantuan kemasyarakatan pemerintah pusat yang dicairkan, mencapai Rp200 miliar.
  • Mendagri, Tito Karnavian mengatakan, anggaran tambahan belanja tidak terduga (BTT) pemerintah pusat tersebut sudah ditransfer pada Senin, 24, Agustus 2026.
  • Sudah ditransfer semua (bantuan dana untuk NTT) tambahan BTT dari Presiden (Prabowo Sunianto. (Melalui) Mensesneg (Prasetyo Hadi),

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia menyalurkan, tambahan anggaran untuk membantu penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Total dana bantuan kemasyarakatan pemerintah pusat yang dicairkan, mencapai Rp200 miliar.

Mendagri, Tito Karnavian mengatakan, anggaran tambahan belanja tidak terduga (BTT) pemerintah pusat tersebut sudah ditransfer pada Senin, 24, Agustus 2026. Seluruh tambahan anggaran tersebut sudah masuk melalui mekanisme transfer pemerintah pusat kepada daerah.

“Sudah ditransfer semua (bantuan dana untuk NTT) tambahan BTT dari Presiden (Prabowo Sunianto. (Melalui) Mensesneg (Prasetyo Hadi),” kata Tito dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.

Dari total Rp200 miliar yang disalurkan, Pemerintah Provinsi NTT memperoleh alokasi sebesar Rp40 miliar. Sementara itu, delapan pemerintah kabupaten di NTT, masing-masing mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp20 miliar.

Delapan daerah yang menerima bantuan tersebut adalah Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka dan Flores Timur. Dengan demikian, total bantuan untuk delapan kabupaten tersebut mencapai Rp160 miliar.

Penyaluran dana tersebut, merupakan upaya pemerintah memperkuat kemampuan daerah menghadapi dampak bencana di sejumlah wilayah NTT. Tambahan anggaran, diharapkan dapat memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Dana tersebut masuk dalam skema tambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan bencana. Anggaran BTT dapat menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah, ketika harus bergerak cepat memenuhi kebutuhan yang muncul akibat kondisi darurat.

Dengan seluruh dana tambahan telah ditransfer, pemerintah daerah diharapkan segera menggunakannya berdasarkan kebutuhan di lapangan. Penggunaan anggaran tersebut, harus diarahkan untuk mempercepat penanganan bencana sekaligus membantu proses pemulihan masyarakat yang terdampak.

Penyaluran Rp200 miliar ini juga menunjukkan adanya dukungan langsung pemerintah pusat terhadap penanganan bencana di NTT. Pemerintah daerah diharapkan, dapat mengoptimalkan anggaran tersebut secara cepat, tepat sasaran dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi masyarakat terdampak, pencairan anggaran menjadi salah satu bagian penting dari proses pemulihan setelah bencana. Pemerintah daerah kini memiliki tambahan sumber pembiayaan untuk mendukung berbagai kebutuhan penanganan darurat hingga tahap pemulihan di wilayah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....