Luas Karhutla Riau dari 16.277 Hektare Kini Tersisa 900 Hektare

  • 25 Agt 2026 03:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 16.277 hektare.
  • Sebagian besar dari total luas lahan yang terbakar telah berhasil dipadamkan oleh tim penanganan.
  • Saat ini masih terdapat tujuh titik api yang tersebar di empat kabupaten dengan luas penanganan sekitar 900 hektare.

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 16.277 hektare. Namun, berdasarkan laporan terbaru pemerintah daerah, luas yang masih dalam penanganan kini sekitar 900 hektare.

Kepala BPBD Riau Edy Afrizal mengatakan dari total luas lahan yang terbakar sejak awal tahun, sebagian besar telah berhasil dipadamkan. Saat ini masih terdapat tujuh titik api yang tersebar di empat kabupaten.

"Jadi dari 16.000 hektare yang terbakar sekarang tinggal 900?" ujar Presiden Prabowo saat bertanya kepada Edy. "900, siap," jawab Edy saat rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko Aju Lanud TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Senin, 24 Agustus 2026.

Dari tujuh titik api yang masih ditangani, kebakaran terbesar berada di Kabupaten Pelalawan, tepatnya Kerumutan, dengan luas sekitar 700 hektare. Sementara di Rimbau Panjang, Kabupaten Kampar, luas lahan yang terbakar sekitar 10 hektare.

Presiden mengapresiasi upaya pemerintah daerah dan seluruh unsur dalam menekan luas kebakaran. "Saya kira cukup bagus itu, saya apresiasi, terima kasih," kata Presiden.

Kepala Negara meminta jajaran tidak mengendurkan kewaspadaan meskipun luas lahan terbakar telah menurun. Presiden memerintahkan tujuh titik api yang masih ada harus segera ditangani agar tidak kembali meluas.

Selain pemadaman, Presiden meminta pemerintah daerah melakukan pencegahan sejak titik panas terdeteksi. Hingga 23 Agustus, terdapat 306 hotspot yang terpantau di Riau.

"Jangan nunggu sampai jadi titik api. Segera saja masuk, ambil tindakan dini," ujar Presiden.

Pemerintah saat ini mengerahkan pemadaman darat, patroli, water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pemerintah daerah juga membangun sumber air dan sekat untuk mencegah kebakaran meluas di Riau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....