41,8 Juta Liter Air Diguyurkan untuk Tangani Karhutla Riau
- 25 Agt 2026 03:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPBD Provinsi Riau melaporkan penggunaan 41,8 juta liter air untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan sejak Maret 2026.
- Lima helikopter water bombing telah dikerahkan untuk membantu pemadaman dan pembasahan lahan di wilayah yang sulit dijangkau.
- Rapat koordinasi penanganan karhutla diadakan di Posko Aju, Pekanbaru, pada Senin 24 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Sebanyak 41,8 juta liter air telah digunakan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau sejak Maret 2026. Data tersebut disampaikan Kepala BPBD Provinsi Riau Edy Afrizal dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko Aju, Pekanbaru, Senin, 24 Agustus 2026.
Edy melaporkan saat ini terdapat lima helikopter water bombing yang digunakan untuk membantu pemadaman dan pembasahan lahan. Terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh pasukan darat.
"Total air yang sudah kita siram, 41.896.000 liter air," kata Edy kepada Presiden Prabowo. Air tersebut, lanjut dia, digunakan untuk membasahi lahan dan memutus jalur api agar kebakaran tidak meluas.
Strategi tersebut menjadi penting karena sebagian wilayah Riau merupakan lahan gambut yang memiliki karakteristik khusus dalam penanganan kebakaran. Edy mengatakan pemerintah juga membuat sekat kanal dan sekat bakar untuk membatasi pergerakan api.
"Kadar tanah yang ada di wilayah Riau ini, tidak seperti yang tahun lalu, kita basahi sehingga cukup air untuk di dalam tanah. Kemudian pemadaman di tempat-tempat yang tidak terjangkau pasukan darat, kita menggunakan helikopter untuk memutus jalur agar kebakarannya tidak meluas," ucap Edy.
Selain pemadaman melalui udara, pemerintah daerah juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC. Operasi tersebut dilakukan untuk menghasilkan hujan dan membasahi lahan gambut yang kering.
"Nah ini sangat efektif, Pak Presiden, begitu ada awan, kita langsung modifikasi. Alhamdulillah turun hujan ini untuk membasah lahan gambut yang kering, sehingga tidak mudah terbakar," katanya.
Presiden meminta seluruh sumber daya yang tersedia digunakan secara maksimal untuk mempercepat pemadaman tujuh titik api yang masih aktif di Riau. Penanganan juga diarahkan untuk mencegah munculnya titik api baru melalui deteksi dini hotspot.
"Tolong masuk ke titik hotspot itu, segera saja masuk, ambil tindakan dini. Di tempat-tempat itu bisa dibikin bor air," ujar Presiden Prabowo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....