Presiden Prabowo Perintahkan Pembuatan Sumur Bor di 300 Titik Panas Riau
- 24 Agt 2026 15:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembuatan sumur bor di sekitar 300 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau.
- Tujuannya untuk mencegah kebakaran sebelum berkembang menjadi titik api yang lebih besar.
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya segera melakukan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Salah satunya dengan pembuatan sumur bor di 300 titik panas (hotspot) untuk mencegah berkembangnya kebakaran menjadi titik api.
Presiden lalu menanyakan kemungkinan pembangunan sumur bor di lokasi-lokasi titik panas tersebut. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edy Afrizal, mengatakan sumur bor dapat dibuat dengan kedalaman sekitar 30-50 meter.
“Segera saja di 300 titik panas langsung bikin bor air,” ujarnya, Senin 24 Agustus 2026. Presiden Prabowo memimpin langsung rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Aju Lanud TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
Kepala Negara meminta agar penanganan tidak menunggu hotspot berkembang menjadi kebakaran. Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari pencegahan agar titik panas tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
“Jangan menunggu sampai jadi titik api, tolong masuk ke titik panas itu,” ucapnya. “Segera saja masuk, ambil tindakan dini.”
Pada rapat tersebut, Edy melaporkan terdapat 306 titik panas yang terdeteksi di Riau hingga 23 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, tujuhdi antaranya telah menjadi titik api dan tersebar di empat kabupaten.
Edy juga melaporkan luas lahan terbakar di Riau sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 16.277 hektare. Namun, saat ini luas lahan yang masih terbakar diperkirakan sekitar 900 hektare.
Presiden juga turut mengapresiasi kinerja jajaran pemerintah daerah dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla di Riau. Kepala Negara meminta jajarannya tetap waspada dan segera melakukan tindakan apabila kembali ditemukan titik panas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....