Gempa Susulan Masih Terjadi, DPR Minta Peringatan Langsung Masuk Ponsel Warga

  • 23 Agt 2026 21:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah mengusulkan sistem peringatan dini gempa harus dapat terhubung langsung ke telepon seluler masyarakat untuk respons cepat.
  • Hingga 18 Agustus 2026, Flores mengalami 2.119 gempa susulan dengan magnitudo berkisar 1,3 hingga 6,2 pasca gempa utama.
  • Penyampaian informasi gempa kepada publik harus dilakukan secepat mungkin setelah terdeteksi untuk meningkatkan keselamatan masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah meminta sistem peringatan dini gempa dapat terhubung langsung dengan telepon seluler masyarakat. Gagasan tersebut disampaikan menyusul masih tingginya aktivitas gempa susulan di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Hingga 18 Agustus 2026, tercatat 2.119 gempa susulan dengan magnitudo 1,3 hingga 6,2 setelah gempa utama tersebut. Musa menilai informasi gempa perlu disampaikan kepada masyarakat secepat mungkin setelah terdeteksi.

“Sekarang kita sudah memasuki era digital. Apakah provider bisa dikoneksikan dengan BMKG?" ucap Musa dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu, 22 Agustus 2026.

"Saya lihat di Jepang, begitu ada gempa, telepon seluler langsung memberikan alert yang berisi lokasi dan kekuatan gempa. Kita belum seperti itu, padahal alatnya sudah ada,” ujarnya melanjutkan.

Menurutnya, peringatan yang langsung muncul pada telepon seluler dapat memberi masyarakat waktu untuk mengambil tindakan penyelamatan. Ia menilai mekanisme tersebut perlu dikaji bersama penyedia layanan telekomunikasi sebagai bagian dari penguatan mitigasi bencana.

Selain sistem peringatan dini, Musa menilai kesiapsiagaan masyarakat perlu dibangun sejak usia dini. Edukasi mengenai mitigasi bencana dapat dimasukkan dalam pembelajaran di sekolah.

“Edukasi mitigasi bencana harus diberikan sejak usia dini. Kalau sudah diajarkan di sekolah, anak-anak akan terbiasa memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” kata Musa.

Teknologi peringatan dini dan pemahaman masyarakat, disebut Musa, harus berjalan beriringan. Informasi yang cepat akan lebih efektif jika masyarakat mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....