Paus Leo XIV Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT
- 23 Agt 2026 10:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Paus Leo XIV menyampaikan solidaritas dan dukungan spiritual kepada korban gempa Nusa Tenggara Timur.
- Gempa magnitudo 7,7 menyebabkan puluhan korban meninggal, ratusan luka-luka, dan ribuan warga mengungsi.
- Lebih dari 900 rumah dan 167 fasilitas umum dilaporkan terdampak akibat rangkaian gempa.
RRI.CO.ID, Jakarta - Paus Leo XIV menyampaikan rasa duka atas gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. Ia turut menyampaikan solidaritas kepada para korban yang terdampak bencana tersebut.
Melalui telegram yang ditujukan kepada Uskup Agung Ende, Mgr Paulus Budi Kleden, Paus Leo menyampaikan keprihatinannya akibat gempa berkekuatan magnitudo tujuh koma tujuh. Pesan tersebut ditandatangani Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin.
Perhatian khusus diberikan kepada warga yang terluka dan kehilangan tempat tinggal. “Paus menyampaikan jaminan solidaritas dan kedekatan spiritual kepada mereka yang menderita akibat bencana ini,” kata isi telegram tersebut, mengutip Vatikan News.
Paus Leo juga mendorong otoritas gerejawi dan pemerintah untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan. Ia turut mendoakan petugas yang terlibat dalam proses evakuasi dan pemulihan pascabencana.
Paus kemudian mendoakan para korban meninggal dunia agar mendapat belas kasih Tuhan. Ia juga memohon berkat Tuhan untuk memberikan penghiburan dan kekuatan kepada masyarakat yang terdampak.
Gempa berkekuatan magnitudo tujuh koma tujuh mengguncang Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa tersebut kemudian diikuti sejumlah gempa susulan sepanjang hari.
Beberapa jam setelah gempa di Flores, gempa berkekuatan magnitudo enam koma sembilan juga mengguncang wilayah Pulau Sumatra. Rangkaian gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah dan sejumlah fasilitas umum.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), lebih dari 900 rumah mengalami kerusakan. Sebanyak 450 rumah lainnya turut mengalami kerusakan akibat rangkaian gempa tersebut.
Sedikitnya 167 fasilitas umum juga dilaporkan tidak dapat digunakan. Fasilitas yang terdampak mencakup sekolah, pusat layanan kesehatan, dan sejumlah gereja.
Bencana tersebut juga membuat ribuan warga harus meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat penampungan sementara. Upaya bantuan kemanusiaan dan pemulihan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan para korban.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....