Mentan Ajak Wahdah Islamiyah Perangi Mafia Pangan

  • 24 Agt 2026 00:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak Wahdah Islamiyah memerangi mafia pangan dan praktik penipuan
  • Amran menilai pemberantasan mafia pangan penting untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan melindungi masyarakat
  • Pemerintah menyoroti dugaan penjualan beras bermutu rendah dengan label premium dan harga lebih tinggi
  • Ketua Umum Wahdah Islamiyah KH Zaitun Rasmin mendukung langkah pemerintah memberantas mafia pangan
  • Amran berharap organisasi Islam ikut menjadi teladan dalam mendukung pemberantasan korupsi dan praktik merugikan rakyat

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak organisasi kemasyarakatan Islam memerangi mafia pangan serta berbagai praktik penipuan. Langkah tegas tersebut dinilai sangat penting demi mewujudkan kedaulatan pangan nasional sekaligus melindungi kesejahteraan seluruh rakyat.

Amran menyampaikan seruan itu saat menghadiri Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta, Sabtu, 23 Agustus 2026. Pemerintah turut memaparkan berbagai program kerja untuk memperkuat sektor pangan di hadapan para peserta muktamar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen kementerian dalam memberantas korupsi dan mafia pangan nasional. Perwujudan swasembada pangan harus selalu diiringi dengan pembenahan tata niaga yang bersih dan adil.

“Kami dapat dukungan untuk memajukan umat dan bangsa ini. Kami sampaikan seluruh program, memberantas korupsi, berantas mafia, Indonesia sejahtera,” kata Amran.

Amran mengungkapkan adanya temuan beras berbutir patah tinggi yang dijual tidak sesuai label mutu. Beras tersebut dikemas seolah menjadi kualitas premium dengan patokan harga sekitar Rp17.000 per kilogram.

“Ini bukan sekadar menaikkan harga. Ini menipu dan mengambil hak rakyat,” ujarnya.

Pemerintah terus mengusut produk pangan dengan klaim tertentu seperti fortifikasi serta tambahan kandungan vitamin. Pemerintah akan memproses secara tegas setiap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran dalam tata niaga.

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Kiai Haji Zaitun Rasmin menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah tersebut. Keberanian membongkar praktik penipuan pangan dinilai sebagai pelaksanaan tugas negara demi kemaslahatan seluruh rakyat.

“Luar biasa, langkah-langkah ini Pak Menteri begitu berani karena memang ini tugas negara. Tentu karena dukungan dan perintah Presiden Prabowo,” ujar Zaitun.

Organisasi kemasyarakatan berharap pemerintah terus mengawal agenda pemberantasan mafia demi meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. Pemerintah menargetkan tata niaga komoditas pangan dapat berjalan sehat dengan harga wajar serta mutu terjamin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....