Anak Muda Bandung Perkuat Gerakan Selamatkan Pangan
- 23 Agt 2026 22:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebanyak 35 pemuda Bandung Raya terlibat dalam gerakan penyelamatan pangan melalui komunitas Hareudang Bandung
- Bapanas mendorong generasi muda memahami persoalan susut dan sisa pangan secara lebih menyeluruh
- Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas Nita Yulianis menilai isu pangan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak
- Hareudang Bandung mendorong anak muda menerjemahkan pengetahuan pangan menjadi aksi nyata di lingkungan
- Gerakan penyelamatan pangan diperkuat melalui edukasi, perubahan perilaku, data, dan pengembangan inisiatif komunitas
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 35 pemuda dari Bandung Raya terlibat dalam gerakan penyelamatan pangan. Mereka memperkuat pemahaman tentang susut dan sisa pangan melalui komunitas Hareudang Bandung.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas aksi penyelamatan pangan berbasis komunitas. Gerakan dilakukan melalui edukasi, perubahan perilaku, dan pengembangan berbagai inisiatif masyarakat.
Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, mengatakan isu pangan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menghadirkan inovasi untuk menjaga sistem pangan berkelanjutan.
“Saya mengapresiasi bahwa isu pangan dapat dipahami dari berbagai perspektif. Kita tidak dapat bekerja sendiri karena pangan merupakan isu yang sangat strategis dan membutuhkan keterlibatan banyak pihak,” ujar Nita dalam kegiatan On The Job Training Hareudang Bandung, Sabtu 22 Agustus 2026.
Nita mengatakan pemuda perlu memahami persoalan pangan secara menyeluruh. Pemahaman tersebut diharapkan dapat melahirkan inovasi dan aksi penyelamatan pangan yang lebih tepat sasaran.
Menurut Nita, aksi penyelamatan pangan juga perlu didukung data dan kajian. Hal tersebut penting agar program yang dilakukan memiliki dampak yang dapat diukur.
“Mungkin dimulai dari Cimahi atau Bandung, tetapi dengan kolaborasi yang kuat, inisiatif tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas,” katanya.
Bapanas mendorong masyarakat melihat kembali pangan yang berpotensi terbuang. Pangan yang masih layak dan aman dikonsumsi dapat diselamatkan melalui redistribusi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi dinilai penting karena persoalan pangan berkaitan dengan perilaku konsumsi dan kondisi masyarakat.
Founder and Strategic Advisor Hareudang Bandung, Yoga Fauzan Renardi, mengatakan keterlibatan anak muda dalam isu pangan perlu terus diperkuat. Menurutnya, generasi muda perlu memahami potensi dan persoalan pangan di wilayah masing-masing.
Yoga menilai pemahaman tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan pangan di masa depan. Anak muda juga perlu mengetahui potensi pangan yang tersedia di lingkungan mereka.
“On The Job Training ini jadi salah satu bentuk ikhtiar kami menjadi indikator teman-teman dalam satu tahun ke depan untuk bisa bersama-sama berkontribusi di bidang pangan dan juga lingkungan,” ujar Yoga.
Melalui kegiatan tersebut, Hareudang Bandung mendorong anggotanya mendapatkan pengalaman langsung terkait isu pangan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan organisasi maupun lingkungan sekitar.
Bapanas berharap keterlibatan generasi muda tidak berhenti pada pemahaman mengenai persoalan pangan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata untuk menjaga pangan tetap bernilai dan bermanfaat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....