Henriette Ajak Anak Muda Perkuat Literasi Keagamaan lewat Media Sosial
- 21 Agt 2026 22:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Generasi muda perlu memahami keberagaman agama, budaya, dan tradisi sebagai kekuatan untuk menjaga persaudaraan.
- Anak muda didorong menggunakan media sosial untuk menyebarkan toleransi, kebaikan, dan mencegah konten kebencian.
- Kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar teknologi menjadi sarana membangun dialog sehat tentang agama, budaya, dan persatuan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Asia Dewan Gereja-gereja Sedunia Henriette Hutabarat menilai generasi muda menghadapi tantangan dalam membangun literasi keagamaan. Menurutnya, kemajemukan Indonesia perlu dipahami sebagai kekuatan bersama yang menjaga persaudaraan, keadilan, dan kebenaran dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Ia mengatakan nilai agama harus hadir sebagai pegangan generasi muda ketika berinteraksi dalam lingkungan sosial yang semakin beragam. Kesadaran tersebut penting karena Indonesia merupakan rumah besar bagi masyarakat dengan latar belakang agama, budaya, dan tradisi berbeda.
"Indonesia adalah rumah besar, sehingga kemajemukan harus menjadi kekuatan untuk menjaga persaudaraan bersama," katanya dalam konferensi pers Literasi Keagamaan Lintas Budaya 2026 bagi delegasi Kamboja, Laos, dan Vietnam, Hotel Mercure Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Agustus 2026. Menurutnya, media sosial menjadi tantangan utama karena informasi dapat menyebar cepat tanpa selalu melewati proses pemeriksaan yang memadai.
Karena itu, generasi muda perlu diarahkan menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan positif dan memperkuat semangat persaudaraan bersama. "Konten media sosial harus memberikan kontribusi positif, bukan menyebarkan kebencian yang dapat merusak hubungan antarsesama anak bangsa," katanya.
Ia menilai generasi muda memiliki posisi karena mereka tumbuh bersama teknologi digital dan terbiasa berkomunikasi melalui media sosial. Perkembangan teknologi memberikan peluang besar bagi anak muda untuk menyebarkan pesan kebaikan, toleransi, serta penghormatan terhadap perbedaan bersama.
Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar ruang digital mampu menjadi tempat bertumbuhnya percakapan sehat mengenai agama dan kebudayaan. "Kita ingin menjalin tangan bersama generasi muda agar teknologi menjadi alat menyebarkan hal baik bagi kehidupan masyarakat," ucapnya.
Upaya tersebut diharapkan memperkuat literasi keagamaan lintas budaya sekaligus menjaga persatuan Indonesia di tengah derasnya arus informasi digital. Dengan pemanfaatan media sosial secara bijak, generasi muda dapat menjadi penggerak persaudaraan yang membawa pesan positif bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....