Jakarta Bersholawat, Wujud Kolaborasi Ulama dan Pemprov DKI Membangun Umat

  • 23 Agt 2026 17:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jakarta Bersholawat dihadiri sekitar 20 ribu jemaah yang diselenggarakan oleh Majelis Nurul Musthofa bersama Pemprov DKI Jakarta di area Monas, Jakarta.
  • Acara ini merupakan rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan bersamaan dengan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tahun ini.
  • Jakarta Bersholawat menunjukkan sinergi nyata antara ulama, umara (penguasa), dan generasi muda dalam kegiatan keagamaan dan nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sekitar 20 ribu jemaah turut meramaikan kegiatan Jakarta Bersholawat yang digelar oleh Majelis Nurul Musthofa bersama Pemprov DKI Jakarta. Acara ini di gelar di Monas, Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026 malam.

Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi nyata antara ulama, umara, dan generasi muda.

Ketua Panitia Pelaksana Jakarta Bersholawat, Syakir Daulay, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemprov DKI Jakarta atas keberlanjutan kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah sangat krusial dalam menyukseskan syiar keagamaan sekaligus pembinaan karakter anak muda di ibu kota.

"Kami dari Majelis Nurul Musthofa mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya khususnya kepada Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat. Terkhusus kepada Bapak Gubernur DKI Jakarta yang setiap tahunnya kami senantiasa bersinergi untuk terus membangun generasi-generasi muda," ujar Syakir.

Syakir mengungkapkan, dukungan Pemprov DKI Jakarta tahun ini diwujudkan melalui pengerahan seluruh instansi dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Hal ini untuk memastikan kelancaran dan ketertiban acara yang dihadiri oleh puluhan ribu jamaah tersebut.

"Alhamdulillah, Jakarta di tahun ini menurunkan seluruh jajarannya, seluruh SKPD-nya. Untuk sama-sama mensukseskan hari besar Islam yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW," kata Syakir.

Tidak hanya fokus pada kegiatan keagamaan, gelaran Jakarta Bersholawat juga dimanfaatkan sebagai ruang edukasi dan kampanye lingkungan. Menanggapi isu pengelolaan lingkungan hidup, pihaknya juga mengedukasi para jamaah yang hadir turut menyukseskan program kebersihan daerah.

"Kita mengajak anak-anak muda, baik dari habaib, kiai, ustadz, dan juga tokoh-tokoh mudanya. Kita mengajak sama-sama seluruh warga Jakarta khususnya generasi muda untuk menjaga dan memilah sampah, mendukung program Pemerintah Daerah DKI Jakarta," ujarnya.

Melalui kegiatan kolaborasi ini, Syakir berharap hubungan harmonis antara ulama dan umara dapat terus diperkuat. Hal ini demi menciptakan iklim kota yang aman, kondusif, serta melahirkan generasi muda yang cerdas, inovatif, dan berakhlak mulia.

Hal yang sama disampaikan Pimpinan Majelis Talim Nurul Musthofa, Habib Athos bin Hasan Assegaf. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang turut mendukung suksesnya acara Jakarta Bershalawat.

“Semoga kita bisa terus bersinergi ke depannya untuk kegiatan-kegiatan positif,” kata Habib Athos. Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan keagamaan ini.

Menurutnya, pembangunan yang dilakukan di ibu kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pengembangan mental dan karakter umat. “Membangun yang saat ini dilakukan, pembangunan fisik juga dilakukan, tetapi membangun umat juga harus dilakukan," ujar Arifin.

Ia menambahkan, kegiatan bershalawat ini diharapkan dapat membawa kebaikan bagi Jakarta. "Jakarta lebih sejuk, lebih damai, lebih rukun, dan insyaAllah kegiatan-kegiatan ini bisa terus kita lakukan setiap tahunnya," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....