Dinas Pariwisata Bali Pastikan Belum Ada Laporan Kasus Zika

  • 23 Agt 2026 17:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dinas Pariwisata (Dispar) Bali memastikan aktivitas pariwisata di Pulau Dewata tetap berjalan normal menyusul adanya peringatan kesehatan terkait virus Zika
  • Wisatawan mancanegara diimbau tetap menerapkan langkah pencegahan selama berlibur
  • Kepala Dispar Bali I Wayan Sumarajaya mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali

RRI.CO.ID, Denpasar - Dinas Pariwisata (Dispar) Bali memastikan aktivitas pariwisata di Pulau Dewata tetap berjalan normal menyusul adanya peringatan kesehatan terkait virus Zika. Wisatawan mancanegara diimbau tetap menerapkan langkah pencegahan selama berlibur.

Kepala Dispar Bali I Wayan Sumarajaya mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Berdasarkan informasi otoritas kesehatan, hingga kini belum ada laporan kasus infeksi virus Zika di Bali.

"Saya berharap para wisatawan tidak takut untuk datang ke Bali. Karena Bali aman dan nyaman untuk berlibur," kata Sumarajaya, Minggu, 23 Agustus 2026.

Meski demikian, wisatawan dan pelaku industri pariwisata tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Langkah pencegahan dinilai penting mengingat Bali berada di wilayah beriklim tropis.

"Karena kita berada di negara tropis, penting untuk pencegahan. Sama seperti DBD, jadi wisatawan tetap waspada agar terhindar dari gigitan nyamuk," ujarnya.

Sumarajaya juga mengimbau pelaku usaha pariwisata menjaga standar kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan wisatawan selama berada di Bali. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Gusti Ayu Raka Susanti secara terpisah mengatakan hingga kini belum terdapat laporan kasus Zika di Bali.

"Kalau di Bali sendiri belum ada laporan kasus Zika, tapi karena negara tropis. Jadi wisatawan diimbau untuk waspada bila bepergian, itu suatu hal yang wajar," kata Raka.

Menurutnya, langkah pencegahan Zika pada prinsipnya serupa dengan pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Terutama dengan menghindari gigitan nyamuk Aedes sebagai salah satu vektor penularan.

Sebelumnya, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menerbitkan Travel Health Notice Level 2 untuk Indonesia dengan perhatian khusus terhadap Bali pada 7 Agustus 2026. Peringatan diterbitkan setelah adanya laporan infeksi Zika pada pelaku perjalanan yang kembali dari Bali.

Status Level 2 merupakan anjuran untuk meningkatkan tindakan pencegahan selama perjalanan dan bukan larangan berkunjung. Wisatawan antara lain dianjurkan melakukan langkah perlindungan terhadap gigitan nyamuk.

Infeksi Zika umumnya dapat muncul tanpa gejala atau menimbulkan gejala ringan, seperti demam, ruam, sakit kepala, nyeri sendi, dan mata merah. Perhatian lebih diperlukan bagi perempuan hamil maupun yang merencanakan kehamilan karena infeksi Zika dapat menimbulkan risiko terhadap janin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....