HKAN 2026, Konservasi Indonesia Diperkuat dengan Ambulans Satwa

  • 23 Agt 2026 23:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat upaya konservasi satwa liar di Indonesia dengan fokus pada penanganan gajah.
  • Lima unit Vantara Animal Ambulance disediakan khusus untuk mengevakuasi satwa liar dan memberikan penanganan medis darurat di lapangan dengan fasilitas lengkap.
  • Setiap kendaraan ambulans dilengkapi dengan peralatan medis khusus dan mendukung operasional tim dokter hewan profesional dalam menangani satwa liar yang membutuhkan bantuan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen konservasi di Indonesia. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyediaan lima unit Vantara Animal Ambulance untuk mendukung penanganan satwa liar, khususnya gajah.

Kendaraan tersebut dirancang untuk mengevakuasi satwa liar sekaligus memberikan penanganan medis awal. Setiap unit dilengkapi fasilitas khusus yang mendukung penanganan medis serta kerja tim dokter hewan di lapangan.

Penyediaan ambulans satwa merupakan hasil kolaborasi Vantara dari India dengan Faunaland Indonesia. Kerja sama tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas konservasi Indonesia sekaligus membangun jejaring konservasi internasional.

“Diharapkan dapat memperkuat kapasitas Indonesia dalam merespons kondisi darurat yang melibatkan satwa liar, terutama di wilayah terpencil dan sulit dijangkau,” ujar CEO Faunaland, Danny Gunalen, Sabtu 22 Agustus 2026.

Selain menyediakan animal ambulance, Vantara juga mendukung upaya Indonesia mencegah ancaman Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV). Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan vaksin EEHV sebagai langkah preventif bagi gajah Sumatra.

Pada 2025, Kementerian Kehutanan telah bekerja sama dengan Vantara dalam pemeriksaan kesehatan gajah Sumatra, termasuk untuk mendeteksi ancaman EEHV. Pemeriksaan tersebut mencakup pemeriksaan awal serta kajian terhadap kondisi kesehatan dan kesejahteraan gajah di Indonesia.

“Kami percaya konservasi tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja bersama, pertukaran pengetahuan, serta dukungan teknologi dan keahlian,” kata Danny.

Sebelumnya, dalam peringatan HKAN 2026, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam upaya konservasi di Indonesia. Menurutnya, perlindungan kawasan konservasi membutuhkan berbagai terobosan, termasuk melalui kolaborasi pendanaan, pemanfaatan nilai ekonomi karbon, dan investasi hijau.

“HKAN harus menjadi waktu untuk mengevaluasi diri, mengevaluasi misi, dan sejauh mana kita sudah bekerja dengan sungguh-sungguh. Kreatif dan inovatif dalam menjaga konservasi alam Indonesia,” ucapnya.

HKAN 2026 mengusung tema “Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia”. Tema tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah, dunia usaha, lembaga konservasi, hingga mitra internasional dalam menjaga kekayaan alam Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....