BULOG Antisipasi Perpanjangan Tanggap Darurat Gempa NTT

  • 23 Agt 2026 22:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BULOG mengantisipasi masa tanggap darurat gempa NTT hingga 10 kali.
  • Kebutuhan beras bantuan bencana diproyeksikan mencapai 18.500 ton.
  • Antisipasi dilakukan karena gempa susulan masih terjadi dan berpotensi memperparah kerusakan.

RRI.CO.ID, Jakarta — Perum BULOG mengantisipasi kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Antisipasi dilakukan dengan menyiapkan stok beras untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan jika masa tanggap darurat diperpanjang.

Direktur Utama BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, langkah tersebut mempertimbangkan masih terjadinya gempa susulan di sejumlah wilayah NTT. Hingga 22 Agustus 2026, tercatat lebih dari 5.000 gempa susulan.

Untuk masa tanggap darurat selama 14 hari, BULOG memperkirakan kebutuhan beras bantuan bencana mencapai sekitar 1.890 ton. Namun, kebutuhan tersebut tidak hanya dihitung berdasarkan masa tanggap darurat awal.

BULOG juga menyiapkan skenario jika masa tanggap darurat kembali diperpanjang. Dalam skenario terburuk, BULOG mengantisipasi kebutuhan hingga 10 kali masa tanggap darurat.

“Kondisi ini, biasanya kalau bencana, itu ada perpanjangan masa tanggap darurat. Kami antisipasi 10 kali karena memang kondisi NTT cukup memprihatinkan,” ujar Ahmad Rizal, Minggu 23 Agustus 2026.

Dengan skenario tersebut, kebutuhan beras untuk bantuan bencana diperkirakan mencapai sekitar 18.500 ton. Menurut Ahmad Rizal, langkah antisipasi ini diperlukan karena karakteristik gempa di NTT dinilai memiliki kemiripan dengan gempa yang pernah terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gempa susulan, kata dia, berpotensi memperparah kerusakan bangunan secara bertahap. Bangunan yang semula mengalami kerusakan ringan dapat berkembang menjadi kerusakan sedang hingga berat akibat guncangan susulan.

Karena itu, BULOG menyiapkan stok beras untuk menghadapi kemungkinan kebutuhan bantuan yang berlangsung lebih lama. Perhitungan tersebut juga mempertimbangkan kebutuhan bantuan pangan pemerintah untuk periode Agustus hingga Oktober.

“Jadi kami meyakinkan kepada seluruh masyarakat Indonesia. BULOG dan pemerintah selalu hadir untuk mendukung kebutuhan-kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....