Pusdokkes Polri Layani 120 Warga Terdampak Gempa di Reo

  • 23 Agt 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekitar 120 warga terdampak gempa telah mendapatkan pelayanan kesehatan dari tim Pusdokkes Polri.
  • Tim juga memantau anak-anak, lanjut usia, serta warga yang membutuhkan penanganan lanjutan.
  • Pusdokkes Polri membuka layanan kesehatan gratis di Posko Pengungsian Barakalong, Reo.

RRI.CO.ID, Reo – Pusdokkes Polri membuka layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak gempa yang masih bertahan di pengungsian. Layanan itu tersedia di Posko Pengungsian Barakalong, Reo, Nusa Tenggara Timur.

Kehadiran pos kesehatan memudahkan warga memperoleh pemeriksaan tanpa harus meninggalkan kawasan pengungsian. Hingga Minggu, 23 Agustus 2026, sekitar 120 warga telah mendapat pelayanan dari tim kesehatan Polri.

Juru Bicara Posko Pelayanan NTT Ipda dr. Fahri Abdurrahman mengatakan sebagian besar warga datang dengan keluhan serupa. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena masyarakat masih menjalani aktivitas sehari-hari dalam keterbatasan pengungsian.

“Sebagian besar masyarakat yang datang mengeluhkan flu. Kemudian, ada juga yang mual dan muntah,” ujarnya dikutip, Minggu, 23 Agustus 2026.

Dari keluhan tersebut, tim memberikan pemeriksaan fisik, konsultasi kesehatan, obat-obatan, hingga edukasi kepada masyarakat. Pelayanan dilakukan agar gangguan kesehatan dapat ditangani sejak awal sebelum kondisi warga semakin memburuk.

Pemantauan kemudian dilanjutkan kepada kelompok yang membutuhkan perhatian lebih selama berada di lokasi pengungsian. Anak-anak, lanjut usia, serta warga dengan kebutuhan penanganan lanjutan menjadi kelompok yang terus diperhatikan petugas.

Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan pelayanan pengobatan bagi warga yang datang ke pos kesehatan. Dengan begitu, perubahan kondisi pengungsi dapat segera diketahui dan ditangani oleh tenaga kesehatan Polri.

Keberadaan layanan di sekitar pengungsian juga membuat akses kesehatan menjadi lebih dekat bagi masyarakat terdampak. Warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh menuju fasilitas kesehatan lain ketika mulai mengalami gangguan kesehatan.

Kemudahan itu menjadi penting ketika kehidupan sehari-hari masyarakat masih berlangsung dalam situasi pascabencana. Selain kebutuhan logistik, kondisi kesehatan menjadi bagian yang terus dijaga selama masa tanggap darurat berlangsung.

Karena itu, Pusdokkes Polri tidak hanya memberikan pengobatan ketika warga datang membawa keluhan. Tim kesehatan juga melakukan pendampingan agar kebutuhan medis masyarakat tetap terpantau sepanjang berada di pengungsian.

Layanan kesehatan tersebut melengkapi berbagai bantuan dasar yang diberikan kepada masyarakat terdampak gempa di NTT. Kehadiran tenaga kesehatan Polri menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi warga selama proses pemulihan pascabencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....