Tim K3I Stamaops Polri Perkuat Penanganan Bencana Gempa NTT
- 23 Agt 2026 12:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebanyak 12 truk bantuan Polda Jawa Tengah akan didistribusikan ke tujuh kabupaten terdampak.
- Tim mengecek layanan kesehatan, pengungsian, penyediaan air, serta trauma healing bagi masyarakat.
- Pemantauan terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat dapat segera direspons dan bantuan tepat sasaran.
RRI.CO.ID, Jakarta – Tim K3I Stamaops Polri memperkuat pengawasan dan koordinasi penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya itu dilakukan untuk memastikan pelayanan hingga bantuan bagi masyarakat terdampak berjalan optimal.
Tim yang dipimpin Waastamaops Kapolri Irjen Pol Laksana bergerak ke sejumlah daerah untuk melihat langsung penanganan di lapangan. Pemantauan dilakukan di Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, hingga Nagekeo yang terdampak bencana.
“Kami memastikan penanganan bencana di NTT berjalan secara terkoordinasi, mulai dari kesiapan personel hingga pelayanan kesehatan. Yang paling utama, bantuan Polri harus benar-benar sampai dan dirasakan masyarakat terdampak,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 23 Agustus 2026.
Rangkaian pemantauan tersebut sebelumnya dimulai ketika Laksana mendampingi kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Jumat, 21 Agustus 2026. Mereka mendatangi lokasi pengungsian di Kampung Waso, Manggarai Timur, kemudian melanjutkan kunjungan ke Desa Goloconggo, Kabupaten Manggarai.
Pada saat bersamaan, Wakil Ketua Tim Brigjen Pol Tri Atmodjo Marawasianto bersama anggota melakukan konsolidasi di Mapolres Manggarai Barat. Dari sana, tim menyiapkan bantuan Polri yang akan dibawa menuju masyarakat terdampak di Kabupaten Ngada dan Nagekeo.
Bantuan kemudian bergerak menuju kedua daerah tersebut menggunakan dua kendaraan kecil dan dua unit truk. Personel Brimob Polda NTT turut melakukan pengawalan agar logistik dapat mencapai lokasi tujuan dengan aman.
Pergerakan tim berlanjut sehari kemudian ketika Laksana meninjau posko penanganan bencana di Mapolres Manggarai Barat, Sabtu, 22 Agustus 2026. Di lokasi itu, ia juga mewakili Polri menerima bantuan kemanusiaan yang dikirim Polda Jawa Tengah menggunakan 12 truk.
Belasan truk tersebut membawa berbagai kebutuhan yang akan membantu masyarakat selama menjalani masa penanganan pascagempa. Bantuan selanjutnya disiapkan untuk didistribusikan secara bertahap menuju tujuh kabupaten terdampak di NTT.
Dari Manggarai Barat, perhatian Tim K3I kemudian berlanjut menuju Nagekeo untuk memastikan bantuan diterima di tingkat kewilayahan. Tri Atmodjo bersama AKBP Isaac Koko Hosio dan Brigpol Fransisca Novitasari menyerahkan bantuan Polri melalui Polres Nagekeo.
Tidak hanya memantau logistik, tim turut melihat kesiapan berbagai fasilitas yang menjadi penopang kehidupan masyarakat selama berada di pengungsian. Pengecekan mencakup Mobil Water Treatment, Randurlap, Pos Kesehatan Polri, Pos Bhayangkari Peduli, hingga Pos Pengungsian Polri.
Perhatian juga diberikan kepada kondisi psikologis warga, terutama anak-anak yang mengalami langsung situasi gempa dan pengungsian. Tim meninjau layanan trauma healing yang disiapkan untuk membantu mereka kembali merasa aman setelah bencana.
Penanganan serupa dilakukan di Kabupaten Ngada melalui tim yang beranggotakan Kombes Pol Bermen Junain Petrus Sianturi dan Kombes Pol Wawan Setiawan. Selain menyerahkan bantuan melalui Polres Ngada, keduanya memeriksa kesiapan tenda pengungsian bagi masyarakat terdampak.
Berbagai temuan di lapangan kemudian menjadi bahan koordinasi untuk menentukan dukungan yang masih dibutuhkan masyarakat. Laksana membahas perkembangan tersebut melalui rapat daring bersama Kapolda NTT dan jajaran kewilayahan.
Menurutnya, pemantauan harus terus berjalan agar setiap perubahan kebutuhan masyarakat dapat segera direspons oleh petugas di lapangan. Evaluasi juga dilakukan untuk menjaga keterhubungan antara posko, personel, layanan kesehatan, dan jalur distribusi bantuan.
“Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat dalam situasi bencana. Koordinasi dengan seluruh pihak akan terus diperkuat agar setiap kebutuhan masyarakat dapat segera direspons,” ujarnya.
Dengan pola koordinasi tersebut, penanganan tidak hanya berfokus pada penyaluran logistik setelah gempa terjadi. Kehadiran personel, pelayanan kesehatan, penyediaan air, pengungsian, hingga pemulihan psikologis menjadi bagian dari kebutuhan yang ditangani secara bersamaan.
Tim K3I Stamaops Polri pun akan terus melakukan pemantauan bersama Polda NTT dan jajaran selama proses penanganan berlangsung. Langkah itu diharapkan membuat setiap dukungan dapat bergerak mengikuti kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah terdampak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....