TNI Kerahkan 14.167 Prajurit Bantu Tangani Karhutla di Sejumlah Daerah
- 23 Agt 2026 10:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- TNI mengerahkan 14.167 prajurit untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatra.
- Operasi pemadaman didukung oleh berbagai sarana dan peralatan khusus serta melibatkan koordinasi lintas institusi termasuk Polri, BPBD, dan Manggala Agni.
- Upaya penanggulangan kebakaran hutan merupakan operasi bersama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat untuk meminimalkan dampak bencana alam.
RRI.CO.ID, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 14.167 prajurit untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah. Penanganan terutama dilakukan di wilayah Kalimantan dan Sumatra yang terdampak kebakaran.
Pusat Penerangan TNI menyebut ribuan personel tersebut didukung berbagai sarana dan peralatan pemadaman. Personel TNI juga bekerja bersama pemerintah daerah, Polri, pemadam kebakaran, BPBD, Manggala Agni, serta masyarakat.
"Sebanyak 14.167 personel TNI tercatat terlibat dalam penanganan karhutla yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, dengan dukungan berbagai sarana dan peralatan pemadaman," ucap keterangan Puspen TNI dalam keterangan tertulis, Jumat, 21 Agustus 2026.
TNI memastikan seluruh satuan dalam kondisi siaga untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan. Penanganan dilakukan melalui pemadaman, patroli, pencegahan, serta penanganan dampak karhutla.
"TNI bersama pemerintah daerah, Polri, pemadam kebakaran, BPBD, Manggala Agni, instansi terkait lainnya, dan masyarakat. Terus bersinergi dalam upaya pemadaman, patroli, pencegahan serta penanganan dampak karhutla," kata keterangan tersebut.
Selain mengerahkan personel, TNI turut mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan karhutla di wilayah Kalimantan. Dukungan tersebut dilakukan dengan mengerahkan tiga pesawat Cassa-212 TNI AU.
Satu pesawat Cassa-212 A-2105 yang diawaki 11 personel berada di Lanud Dhomber, Balikpapan. Pesawat tersebut digunakan untuk mendukung OMC di wilayah Ibu Kota Nusantara.
Dua pesawat lainnya, Cassa-212 A-2117 dan A-2103, disiapkan mendukung OMC di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Masing-masing pesawat membawa 10 personel untuk mendukung pelaksanaan operasi.
Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup menerbitkan instruksi mendesak kepada enam gubernur di Sumatra dan Kalimantan. Instruksi tersebut ditujukan untuk memperketat penanganan karhutla sekaligus merespons penurunan kualitas udara.
Enam provinsi yang menjadi prioritas yakni Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan. Pemerintah daerah diminta melakukan pencegahan masif dan memperkuat patroli gabungan.
Instruksi juga mencakup pemantauan Tinggi Muka Air Tanah gambut dan pembasahan lahan rawan. Kemudian dilakukan juga pemantauan sekat kanal, serta pengaktifan posko pengendalian karhutla.
BNPB sebelumnya mencatat titik panas tertinggi di Kalimantan berada di Kalimantan Tengah dengan 767 titik. Selanjutnya Kalimantan Barat 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara tiga titik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....