Wamen PPPA Dorong Anak Jadi Pencipta Teknologi Yang Bertanggung Jawab
- 23 Agt 2026 09:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wamen PPPA Veronica Tan menekankan keluarga dan sekolah berperan krusial dalam mempersiapkan anak menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.
- Persiapan anak memerlukan penguatan literasi digital, pengembangan karakter yang kuat, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi serta tantangan dunia kerja.
- Anak perlu dibekali tidak hanya kemampuan akademik tetapi juga lingkungan pengasuhan yang aman dan pemahaman digital untuk menghadapi masa depan secara bijak.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menyebut keluarga dan sekolah berperan penting menyiapkan anak menghadapi perkembangan teknologi. Persiapan tersebut mencakup penguatan literasi digital, karakter, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perkembangan kecerdasan buatan dan dunia kerja.
Veronica menegaskan anak perlu dibekali karakter, literasi digital, dan lingkungan pengasuhan aman selain kemampuan akademik. Menurutnya, bekal tersebut penting agar anak mampu menghadapi perkembangan teknologi serta berbagai tantangan masa depan secara bijak.
“Di tengah perkembangan AI dan teknologi, anak tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka harus mampu berpikir kritis, mengenali risiko, dan menggunakan teknologi sebagai sarana belajar serta memecahkan masalah secara bertanggung jawab,” kata Veronica Tan dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2026.
Veronica menyoroti pentingnya kesetaraan kesempatan bagi anak perempuan untuk berkembang di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM). Ia menyebut keterwakilan perempuan dalam profesi teknologi masih 17 persen, sementara ilmuwan perempuan bidang engineering sekitar 20 persen.
“Karena itu, kita perlu memastikan anak perempuan memiliki kesempatan setara untuk berkembang di bidang STEM. Kesetaraan kesempatan penting untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dalam bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika,” ucap Veronica.
Ia menambahkan, literasi digital tidak hanya perlu dimiliki anak, tetapi juga orang tua, pengasuh, dan keluarga. Pendampingan orang tua diperlukan agar anak mampu menggunakan teknologi secara aman dan melindungi data pribadi.
"Anak perlu dibekali kemampuan mengenali berbagai risiko di ruang digital, termasuk misinformasi, perundungan siber, hingga eksploitasi. Karena itu, pentingnya pendampingan agar anak mampu menggunakan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab,” ujar Veronica.
Veronica mengatakan perkembangan teknologi juga membuat kemampuan nonakademik semakin penting. Anak perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, empati, resiliensi, integritas, adaptabilitas, serta kemampuan mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah.
“Kita ingin anak-anak Indonesia tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang tangguh. Anak juga harus mampu menghadapi perubahan, membangun relasi sehat, serta berkontribusi positif bagi masyarakat,” kata Veronica mengungkapkan.
Veronica juga mengajak orang tua menyediakan waktu berkualitas bersama anak setiap hari. Menurutnya, komunikasi dengan anak tidak hanya perlu membahas pencapaian, tetapi juga perasaan, pemikiran, dan kekhawatiran mereka.
“Luangkan waktu untuk benar-benar hadir dan berbicara dengan anak, bukan hanya tentang apa yang mereka capai. Tetapi juga tentang apa yang mereka rasakan, pikirkan, dan khawatirkan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....