Korban Gempa M7,7 di NTT Bertambah Menjadi 83 Orang

  • 21 Agt 2026 23:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Korban meninggal dunia akibat gempa di Nusa Tenggara TImur , bertambah menjadi 83 orang
  • Pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat terdampak gempa terpenuhi
  • Jumlah warga yang mengungsi bertambah, semula 92.735 jiwa menjadi 110.785 jiwa atau bertambah 18.050 jiwa

RRI.CO.ID, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menyampaikan perkembangan dampak gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Jumat 21 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia bertambah delapan orang menjadi 83 jiwa.

“Hari ini pukul 16.00 WIB, jumlah meninggal menjadi 83 jiwa yang semula kami sampaikan 75 jiwa atau bertambah delapan. Meninggal akibat dampak tidak langsung gempa,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan pers secara virtual, Jumat 21 Agustus 2026.

Penambahan korban meninggal dunia tercatat di sejumlah wilayah terdampak. Rinciannya, dua orang di Manggarai, dua orang di Manggarai Timur, satu orang di Nagekeo, dan satu orang di Ngada.

Sementara itu, jumlah korban luka, baik ringan maupun berat, mencapai 986 orang. Angka tersebut meningkat 79 orang dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 907 korban luka.

BNPB juga mencatat sebanyak 44.946 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.176 unit mengalami rusak berat, 9.758 unit rusak sedang, dan 18.013 unit rusak ringan.

Selain korban dan kerusakan bangunan, jumlah warga yang mengungsi juga mengalami peningkatan. Sebelumnya tercatat 92.735 jiwa, kini jumlah pengungsi mencapai 110.785 jiwa atau bertambah 18.050 jiwa.

Berton mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterima BNPB, hingga saat ini telah terjadi 4.258 kali gempa susulan, dengan 118 di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

Pemerintah Pastikan Kebutuhan Pangan Terpenuhi

Di tengah proses penanganan dampak gempa, pemerintah memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak di NTT tetap terpenuhi selama masa pemulihan. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah bergerak cepat untuk memastikan bantuan pangan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Yang jelas, tidak boleh ada yang tidak kebagian bantuan atau kelaparan. Itu tidak boleh, apa pun caranya, transportasi darat, laut, udara, kita lakukan semua,” kata Amran yang juga menjabat Menteri Pertanian RI.

Berdasarkan data Bapanas per 20 Agustus 2026, bantuan pangan reguler dan bantuan untuk penanganan bencana alam di NTT mencapai 26.440,4 ton dengan nilai Rp370,2 miliar. Bantuan tersebut mencakup alokasi pangan reguler periode Juli–September bagi 861.510 Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Untuk bantuan pangan reguler, pemerintah mengalokasikan 25.579 ton dengan nilai mencapai Rp358,1 miliar. Sementara bantuan pangan khusus untuk penanganan bencana alam mencapai 861,5 ton dengan nilai Rp12,1 miliar.

Khusus untuk wilayah terdampak gempa yang meliputi Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, dan Nagekeo, total bantuan pangan mencapai 6.673,2 ton dengan nilai Rp93,5 miliar. Bantuan tersebut terdiri atas 5.811,7 ton bantuan pangan reguler senilai Rp81,4 miliar dan 861,5 ton bantuan pangan untuk penanganan bencana senilai Rp12,1 miliar.

Pemerintah memastikan distribusi bantuan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat dan pemulihan. Penyaluran bantuan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan akses menuju wilayah yang terdampak gempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....