Pertamina Memastikan Layanan Energi Masyarakat NTT kembali Normal usai Gempa M7,7
- 21 Agt 2026 21:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pertamina Patra Niaga memastikan 56 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau 100 persen telah kembali beroperasi
- Pemerintah memastikan pasokan LPG mencukupi kebutuhan masyarakat
- Sektor keliastrikan di Nusa Tenggara Timur kembali normal usai gempa M7,7
RRI.CO.ID, Jakarta- PT Pertamina Patra Niaga memastikan pelayanan energi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali normal. Pelayanan energi tersebut meliputi minyak tanah bersubsidi, bahan bakar minyak (BBM), gas LPG hingga bahan bakar pesawat (Avtur).
“Kami memastikan pelayanan energi di Pulau Flores berjalan dengan normal. Dari sisi layanan sudah kembali beroperasi dan melayani energi masyarakat,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi dalam keterangan pers secara virtual, Jumat, 21 Agustus 2026.
Ia menerangkan 56 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau 100 persen telah kembali beroperasi. Selanjutnya 17 agen minyak tanah bersubsidi dan lima agen LPG telah kembali melayani masyarakat.
Ia menjelaskan saat ini kondisi ketersediaan tabung LPG 300-1.000 unit tabung per agen. Oleh sebab itu, ia memastikan kebutuhan LPG terpenuhi untuk masyarakat di Pulau Flores.
“Dari sisi layanan kepada masyarakat, seluruh penyalur sudah kembali beroperasi. Melayani kebutuhan energi masyarakat, ini didukung dengan kebutuhan industri bagi pembangkit lstrik, tidak ada kendala,” katanya.
Ia kembali melanjutkan, Pertamina Patra Niaga juga memastikan kebutuhan BBM avtur di Bandara Komodo Labuan Bajo, sudah terpenuhi. Dari delapan terminal BBM dan avtur di NTT, tujuh diantaranya sudah kembali beroperasi.
“Terkendala satu di Reo. Ini sudah menjelang operasi sehingga perlu dicek kembali,” katanya.
Pertamina Patra Niaga juga telah melaksanakan alih suplai dari pulau terdekat seperti Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Truk tangki berisi BBM dan avtur dipasok dari Pelabuhan Sape NTB ke Labuan Bajo.
“Kami juga akan terus memitigasi terutama risiko dampak gempa susulan dan Gunung Ranaka yang terjadi. Ini menjadi atensi kami untuk memilah jalur di distribusi, dan di Flores ada empat terminal besar di Maumere, Repo, Larantuka dan Ende,” ujarnya menerangkan.
Sementara itu, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan memastikan kelistrikan kembali normal. Pemulihan listrik Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores bagian timur dan barat mencapai 100 persen.
“Ada 11 travo gardu induk dan 59 penyulang, 3.474 gardu distribusi, seluruhnya menyala kembali. Jaringan telepon dan layanan internet normal,” kata Berton.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....