Pemerintah Perkuat Sinergi Wujudkan Masyarakat Tangguh Bencana
- 21 Agt 2026 21:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenko PMK memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi kebencanaan dan pengembangan desa tangguh bencana untuk meningkatkan respons cepat dan mandiri.
- Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK Meri Efriana menekankan bahwa penanggulangan bencana memerlukan sinergi antara pemerintah dan berbagai pihak untuk efektivitas maksimal.
- Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan upaya mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana dapat dilakukan secara terpadu dan cepat di seluruh daerah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana melalui edukasi kebencanaan dan pengembangan desa tangguh bencana. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat agar mampu menghadapi bencana secara cepat, tepat, dan mandiri.
Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK Meri Efriana menegaskan penanggulangan bencana membutuhkan sinergi pemerintah dan berbagai pihak. Kolaborasi diperlukan agar upaya mitigasi, kesiapsiagaan, serta penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan efektif.
“Pemerintah tidak bisa bersendiri. Sinergi dilakukan lembaga usaha dengan menciptakan desa di sekitar tempat usahanya agar bisa tangguh,” kata Meri Efriana saat diwawancarai RRI.CO.ID usai menghadiri acara Disaster Management Summit di kawasan Jakarta Pusat, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurutnya, lembaga kemanusiaan dan masyarakat juga telah berperan dalam meningkatkan ketangguhan menghadapi bencana. Namun, luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk Indonesia membuat kolaborasi tersebut perlu terus diperkuat.
Meri mengatakan edukasi kebencanaan membekali masyarakat memahami langkah tepat sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi InaRISK Personal untuk mengetahui potensi bencana berdasarkan lokasi keberadaan mereka.
“Masyarakat harus terus meningkatkan pengetahuan agar memahami lokasi mereka dan potensi bencana yang mungkin terjadi. Pemahaman tersebut penting agar masyarakat mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.
Meri menilai edukasi kebencanaan perlu dilakukan berkelanjutan agar masyarakat tidak mudah panik dan melupakan pengetahuan saat bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan harus terus dilatih sehingga masyarakat mampu menerapkan langkah penyelamatan secara tepat ketika bencana terjadi.
“Untuk kita yang masih sadar kondisi itu, kita yang mengingatkan mereka. Karena saya yakin kita yang sering tahu tentang bencana saja kadang lupa,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....