UMN Bekali Masyarakat Citeureup dengan Keterampilan Mitigasi Bencana

  • 21 Agt 2026 17:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Universitas Multimedia Nusantara menyelenggarakan pelatihan literasi kebencanaan dan komunikasi digital untuk masyarakat Desa Citeureup, Pandeglang, Banten pada 18-19 Agustus 2026.
  • Pelatihan diikuti 19 peserta dengan dukungan lima panitia yang terdiri atas dosen dan mahasiswa UMN.
  • Program mencakup pelatihan komunikasi mitigasi serta konten digital untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.

RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Multimedia Nusantara (UMN) memperkuat kapasitas masyarakat Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Penguatan dilakukan melalui pelatihan literasi kebencanaan, komunikasi mitigasi, serta komunikasi dan konten digital.

Kegiatan yang berlangsung di Lembur Mangrove Patikang pada 18-19 Agustus 2026 itu diikuti 19 peserta. Pelatihan didukung lima panitia yang terdiri atas dosen dan mahasiswa UMN.

Desa Citeureup merupakan wilayah pesisir yang menghadapi sejumlah potensi bahaya. Ancaman tersebut meliputi tsunami, banjir dan rob, abrasi, cuaca ekstrem, pergerakan tanah, hingga dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kondisi tersebut menjadikan literasi kebencanaan, kesiapsiagaan, dan kemampuan komunikasi sebagai bagian dalam pengembangan desa wisata yang aman. Peserta diajak memahami konsep dasar bencana, mulai dari perbedaan peristiwa alam, ancaman, risiko, hingga bencana.

Peserta juga mempelajari potensi bahaya yang relevan dengan kondisi Desa Citeureup. Materi pelatihan mencakup tahapan penanggulangan bencana, status aktivitas gunung api, jalur evakuasi, titik kumpul.

Anggota tim pelaksana, Maria Advenita Gita Elmada mengatakan pemahaman masyarakat terhadap risiko perlu diikuti kemampuan menyampaikan informasi. "Membicarakan potensi bahaya tidak selalu harus membuat masyarakat takut atau panik," kata Maria dalam keterangannya, Jumat 21 Agustus 2026.

"Justru, risiko perlu dibicarakan secara terbuka dengan informasi yang akurat, sumber yang jelas. Serta, arahan tindakan yang mudah dipahami,” kata Maria menambahkan.

Maria menginginkan masyarakat bisa memanfaatkan pelatihan ini menjadi lebih baik. "Kami ingin warga semakin terbiasa mengomunikasikan mitigasi dan kesiapsiagaan secara tepat, tenang, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Citeureup, Ujang, mengatakan pelatihan tersebut relevan dengan kondisi masyarakat setempat. Ia pernah terlibat dalam tim penanganan bencana saat tsunami Selat Sunda pada 2018.

“Desa Citeureup merupakan wilayah yang memiliki berbagai potensi bencana. Karena itu, materi yang disampaikan dalam pelatihan ini terasa sesuai dan relevan dengan kondisi yang kami hadapi,” kata Ujang.

Menurutnya, pengetahuan mengenai kebencanaan penting untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat. Dengan demikian, warga dapat lebih memahami risiko dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan saat menghadapi situasi darurat.

Selain pelatihan, tim UMN menyusun buku saku kebencanaan yang disesuaikan dengan kondisi Desa Citeureup. Buku tersebut memuat informasi mengenai potensi bahaya lokal, kesiapsiagaan, evakuasi, tas siaga, serta komunikasi kebencanaan.

Anggota tim pelaksana lainnya Adhreza Brahma, mengatakan media tersebut disusun dengan melibatkan pengetahuan dan pengalaman masyarakat. "Buku saku ini kami tempatkan sebagai karya bersama,” kata Adhreza.

Ketua tim pelaksana, Theresia Lavietha Vivrie Lolita, mengatakan kemampuan digitalsemakin penting bagi masyarakat dan pengelola desa wisata. Menurutnya, kemampuan digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat atau mengikuti tren media sosial.

Masyarakat juga perlu memahami sasaran audiens dan pesan yang ingin disampaikan melalui setiap konten. "Masyarakat juga perlu memahami siapa audiensnya, pesan apa yang ingin disampaikan, dan bagaimana konten tersebut dapat merepresentasikan kekuatan,” kata Theresia.

Program ini dibiayai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Lingkup Pemberdayaan Kemitraan 2026. Pelaksanaan program mengacu pada Nomor Kontrak 0698/LL3/DT.06.01/2026 dan 2144/HIBAHPKM-RIS/IV/2026.

Melalui program tersebut, UMN bersama masyarakat Desa Citeureup membangun kapasitas berkelanjutan yang melampaui peningkatan pengetahuan individu secara berkesinambungan. Pengetahuan, buku saku, komunikasi, dan keterampilan digital diharapkan memperkuat kesiapsiagaan, keamanan pengunjung, serta keberlanjutan wisata Lembur Mangrove Patikang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....