Basarnas Kirim Lima Nakes ke NTT Menggunakan Helikopter HR-3604

  • 21 Agt 2026 17:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Basarnas memberangkatkan lima tenaga kesehatan (nakes) ke wilayah terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Timur, NTT.
  • Pengerahan tenaga kesehatan dilakukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar sekaligus mempercepat penanganan medis bagi masyarakat yang terdampak bencana.
  • Tim Nakes tersebut terdiri atas dokter, perawat, tenaga farmasi, serta personel pendukung administrasi dan logistik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memberangkatkan lima tenaga kesehatan (nakes) ke wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas Edy Prakoso mengatakan, pengerahan tenaga kesehatan dilakukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar. Sekaligus mempercepat penanganan medis bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Pengerahan tenaga kesehatan merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh pelayanan dasar secara cepat,” kata Edy, Jakarta, Jumat 21 Agustus 2026. Pemberangkatan lima tenaga kesehatan tersebut dilakukan menggunakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ (HR-3604) milik Basarnas.

Helikopter tersebut bertolak dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, menuju helipad Ronting di Desa Satar Kampas. Dari helipad tersebut, tim kesehatan kemudian diterbangkan menuju Posko Kesehatan Kementerian Kesehatan di Kampung Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Lima tenaga kesehatan yang diterjunkan berasal dari Balai Besar Karantina Kesehatan Makassar dan Pusat Krisis Kesehatan Makassar. Tim tersebut terdiri atas dokter, perawat, tenaga farmasi, serta personel pendukung administrasi dan logistik.

Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan medis masyarakat di lokasi terdampak bencana. Selain mengerahkan dukungan evakuasi dan mobilisasi medis melalui jalur udara, Basarnas juga mengintensifkan pemantauan kondisi di lapangan.

Edy mengatakan, personel Kantor SAR Maumere bersama relawan SAR diarahkan untuk berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperbarui data korban sekaligus memetakan kebutuhan warga terdampak.

“Sinergi antarinstansi juga diperkuat untuk memastikan proses penanganan darurat serta penyaluran bantuan logistik, termasuk bantuan Presiden RI, dapat terdistribusi secara tepat sasaran,” ujarnya. Hingga Jumat sore, personel Kantor SAR Maumere bersama seluruh unsur potensi SAR masih bersiaga di sejumlah lokasi terdampak.

Basarnas memastikan seluruh unsur SAR mengedepankan kecepatan, keselamatan. Serta koordinasi terpadu dalam mendukung penanganan kondisi darurat pascagempa di Manggarai Timur.

“Hingga Jumat sore, personel Kantor SAR Maumere bersama seluruh unsur potensi SAR dilaporkan masih bersiaga penuh di lapangan dengan mengedepankan prinsip kecepatan, keselamatan, dan koordinasi terpadu pascagempa,” kata Edy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....