Human Initiative Sebut Penyintas Gempa NTT Butuh Terpal dan Dapur Umum
- 21 Agt 2026 23:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penyintas gempa NTT membutuhkan bantuan dasar, terutama terpal, sembako, air minum, dan dapur umum karena banyak warga masih tinggal di luar rumah.
- Pendataan penyintas menjadi tantangan karena banyak warga mengungsi secara mandiri di bukit, kebun, lapangan, dan lokasi terbuka lainnya.
- Human Initiative memprioritaskan kelompok rentan seperti bayi, balita, dan lansia, serta menyiapkan dukungan psikososial bagi penyintas yang mengalami trauma.
RRI.CO.ID, Jakarta – Penyintas gempa Nusa Tenggara Timur masih membutuhkan sejumlah bantuan dasar selama masa tanggap darurat. Human Initiative menyebut terpal, makanan, air minum, dan dapur umum menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
Komandan Emergency Response Human Initiative, Subur Rojinawi, mengatakan banyak warga masih bertahan di luar rumah. Kondisi tersebut terjadi karena warga takut memasuki rumah yang rusak akibat gempa dan gempa susulan.
“Yang dibutuhkan paling utama itu terpal, sembako, dan mungkin dibuatkan dapur-dapur umum,” ujar Subur kepada Pro3 RRI Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026. Menurutnya, sebagian penyintas memilih tinggal di bukit, lapangan, kebun, atau lokasi terbuka secara mandiri.
Subur mengatakan pengungsian mandiri membuat pendataan masyarakat terdampak menjadi lebih sulit bagi pemerintah daerah. Human Initiative bersama relawan kemudian membantu mendata penyintas yang tersebar di sejumlah lokasi.
Kebutuhan penyintas juga mencakup perlengkapan tidur, pakaian hangat, serta kebutuhan bayi, balita, dan lansia. Human Initiative memprioritaskan kelompok rentan dalam pendataan sekaligus penyaluran bantuan di wilayah terdampak.
Manager Humanitarian Program Management Human Initiative, Deni Kurniawan, mengatakan tim telah membawa sekitar 200 paket sembako. Selain sembako, bantuan yang disiapkan mencakup terpal, hygiene kit, dan perlengkapan tidur bagi penyintas.
“Fokus kepada penyediaan terpal, perlengkapan tidur, dan pakaian hangat menjadi satu utama,” kata Deni. Ia menambahkan dapur komunal dibutuhkan karena warga masih takut memasuki rumah untuk memasak.
Human Initiative juga menilai kebutuhan penyintas tidak berhenti pada bantuan logistik dan tempat berlindung sementara. Dukungan psikososial diperlukan untuk membantu masyarakat menghadapi trauma setelah gempa dan kehilangan tempat tinggal.
Subur mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan sejumlah lembaga kemanusiaan untuk layanan psikososial. Kolaborasi tersebut diperlukan agar kebutuhan penyintas yang tersebar dapat ditangani secara lebih menyeluruh. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....