BNPB Andalkan Operasi Udara Tekan Dampak Karhutla

  • 21 Agt 2026 15:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat operasi udara pada mitigasi karhutla
  • Pemerintah fokus penanganan karhutla di enam provinsi prioritas
  • Masyarakat diimbau tidak membakar lahan yang dapat memicu karhutla

RRI.CO.ID, Jakarta - BNPB memperkuat operasi udara untuk menekan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas. Operasi udara tersebut menjadi pendukung pemadaman darat sekaligus mempercepat penanganan karhutla di sejumlah wilayah.

Enam provinsi prioritas meliputi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, penguatan operasi udara dilakukan sesuai kebutuhan lapangan.

“Selain penguatan satgas darat, BNPB juga melakukan penguatan penanganan karhutla melalui satgas udara. Utamanya di enam provinsi prioritas,” ujar Berton dalam keterangan tertulis, Jumat, 21 Agustus 2026.

Operasi udara meliputi patroli, operasi modifikasi cuaca (OMC), dan pemadaman melalui water bombing. Pengerahan helikopter dilakukan untuk mendukung upaya pemadaman di wilayah yang membutuhkan penanganan lebih cepat.

Di Riau, BNPB mengoperasikan satu helikopter patroli, satu helikopter OMC, dan lima helikopter water bombing. Sementara di Jambi, disiapkan satu helikopter patroli, satu helikopter OMC, dan dua helikopter water bombing.

Sumatra Selatan mendapat dukungan satu helikopter patroli, satu helikopter OMC, dan tujuh helikopter water bombing. Adapun Kalimantan Selatan mendapat satu helikopter patroli, satu helikopter OMC, serta tiga helikopter water bombing.

Di Kalimantan Tengah, BNPB mengoperasikan satu helikopter patroli, satu helikopter OMC, dan empat helikopter water bombing. Sedangkan Kalimantan Barat mendapat dua helikopter patroli, satu helikopter OMC, dan lima helikopter water bombing.

“Pengoperasian helikopter tersebut akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” kata Berton. Untuk OMC, BNPB berkolaborasi dengan BMKG memantau pertumbuhan awan hujan yang berpotensi dimanfaatkan.

Selain dukungan dari udara, penanganan karhutla tetap dilakukan melalui operasi darat. Strategi tersebut diterapkan untuk memastikan titik kebakaran dapat ditangani sesuai kondisi dan akses lokasi.

BNPB mencatat sejumlah karhutla baru di Kalimantan Timur, termasuk Kabupaten Paser dan Kutai Kartanegara. Di Paser, kebakaran melanda kawasan konservasi sekitar 25,29 hektare dan berhasil dipadamkan sehari setelah kejadian.

Sementara di Kutai Kartanegara, luas karhutla mencapai 49,55 hektare. Sebagian besar titik telah berhasil dipadamkan, namun kebakaran masih terpantau di Kelurahan Pendingin berdasarkan pemantauan Kamis, 20 Agustus 2026.

BNPB meminta pemerintah daerah terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, dan deteksi dini terhadap potensi karhutla. Ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman juga perlu dipastikan untuk mempercepat respons.

Berton mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran di wilayah rawan serta segera melaporkan kebakaran kepada otoritas daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....