Akses Sulit Dijangkau, Wapres Tinjau Kondisi Warga Kampung Waso Naik Sepeda Motor
- 21 Agt 2026 14:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan ke Kampung Waso, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur dengan menggunakan sepeda motor untuk menjangkau daerah terpencil.
- Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan pascabencana gempa NTT berjalan lancar dan efektif.
- Kunjungan ini juga bertujuan menjangkau masyarakat di daerah yang memiliki tantangan keterbatasan akses transportasi dan infrastruktur.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengunjungi Kampung Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Untuk menuju kampung tersebut, ia menempuh perjalanan dengan sepeda motor.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan pascabencana gempa NTT berjalan lancer. Selain itu juga menjangkau masyarakat di daerah yang memiliki tantangan keterbatasan akses.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres berdialog langsung dengan warga untuk menanyakan kondisi serta berbagai kebutuhan yang masih diperlukan. Aisyah salah satunya, Wapres mendengar aspirasi langsung darinya demi memastikan pemenuhan kebutuhan dasar dapat segera ditindaklanjuti.
“Sudah didata?” kata Wapres soal penanganan kondisi rumahnya, Jumat, 21 Agustus 2026. “Sudah,” kata Aisyah.
“Tinggal di posko dulu sementara, ya, Bu. Nanti rumahnya kita perbaiki” ujar Wapres.
Selain mendengar langsung kondisi warga, Wapres memberikan arahan kepada jajaran terkait untuk mempercepat pemulihan berbagai layanan dasar yang terdampak. Wapres meminta agar rumah sakit darurat segera disiapkan, serta mendorong percepatan perbaikan irigasi, rumah ibadah, dan fasilitas pendidikan.
"Rumah Sakit Darurat itu penting. Tadi ada lagi perbaikan irigasi, rumah ibadah, sekolah juga, dan itu harus dibangun dari nol," ujar Wapres.
Sebagai informasi, Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak berat akibat rangkaian guncangan bencana. Tercatat sebanyak 24 orang meninggal dunia dan 19.803 jiwa mengungsi ke sejumlah posko darurat.
Selain itu, sebanyak 9.647 unit rumah warga mengalami kerusakan parah. Sementara 1.034 fasilitas umum dan pemerintah turut terdampak, termasuk fasilitas pendidikan dan rumah ibadah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....