Kemenhub Pantau Dampak Asap Karhutla terhadap Operasional Penerbangan

  • 21 Agt 2026 14:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perhubungan memantau dampak asap karhutla terhadap operasional penerbangan di Kalimantan untuk menjaga keselamatan penerbangan.
  • Jarak pandang merupakan faktor penting dalam operasional penerbangan yang apabila tidak memenuhi persyaratan dapat menyebabkan penundaan, pengalihan, atau pembatalan penerbangan.
  • Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menekankan pentingnya pemantauan kondisi jarak pandang sebagai upaya pencegahan gangguan penerbangan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memantau dampak asap karhutla terhadap operasional penerbangan di Kalimantan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan serta mengantisipasi gangguan akibat penurunan jarak pandang.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan, jarak pandang menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan penerbangan. Menurutnya, kondisi jarak pandang yang tidak memenuhi persyaratan dapat memicu penundaan, pengalihan, hingga pembatalan penerbangan.

“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan,” kata Lukman dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

Menurutnya, asap tebal mengganggu operasional Bandara Singkawang dan menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan pada 16, 18, serta 19 Agustus. Pada 16 Agustus, jarak pandang 3.000 meter berdampak terhadap penerbangan TransNusa dan Super Air Jet rute Jakarta-Singkawang.

“Kondisi jarak pandang pada 18 dan 19 Agustus turut memengaruhi operasional penerbangan akibat asap karhutla. Penumpang terdampak mendapat pengembalian dana penuh atau perubahan jadwal penerbangan gratis hingga tujuh hari,” katanya, mengungkapkan.

Selain Singkawang, Kemenhub memantau sejumlah bandara di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara untuk mengantisipasi dampak asap karhutla. Di Kalimantan Tengah, asap menyebabkan keterlambatan sejumlah penerbangan NAM Air di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, dengan perubahan jadwal beberapa penerbangan.

“Kami mengimbau masyarakat yang bepergian dari dan menuju wilayah terdampak asap memperhatikan informasi terbaru dari maskapai. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas apabila terjadi penyesuaian jadwal penerbangan,” kata Lukman.

Menurutnya, penyesuaian penerbangan dilakukan berdasarkan kondisi aktual dan pertimbangan keselamatan sehingga jadwal penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu. Ditjen Perhubungan Udara bersama pengelola bandara, maskapai, AirNav Indonesia, BMKG, dan instansi terkait memperkuat pemantauan karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....