Sebanyak 512 Sekolah Terdampak Gempa Flores, Pembelajaran Beralih Daring
- 20 Agt 2026 04:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pendataan kerusakan masih berlangsung karena gempa susulan menghambat pemeriksaan langsung ke sejumlah sekolah terdampak di wilayah Flores.
- Bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Flores menyebabkan aktivitas pembelajaran pada 512 sekolah di Nusa Tenggara Timur terganggu.
- Sebanyak 52.268 murid dari 276 satuan pendidikan terpaksa mengalihkan kegiatan belajar secara daring dan di area pengungsian.
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT bersama Kemendikdasmen menyediakan tenda darurat serta program trauma healing untuk para peserta didik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores mengganggu aktivitas belajar 52.268 murid di Nusa Tenggara Timur. Data Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) mencatat sebanyak 512 sekolah terdampak di tujuh kabupaten pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Sebanyak 276 fasilitas pendidikan terpaksa diliburkan sehingga para murid harus melanjutkan proses pembelajaran di rumah serta titik pengungsian. Bencana alam tersebut berdampak langsung terhadap keberlangsungan kegiatan akademis 94.452 murid beserta 8.755 guru dan tenaga kependidikan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat lebih dari 50 sekolah mengalami kerusakan akibat guncangan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo, menyampaikan laporan perkembangan pendataan fasilitas terdampak.
“Kita terdata sudah sekitar di atas 50, nanti saya akan data misalnya di Kabupaten Manggarai sampai tadi malam,” kata Ambrosius dalam dialog bersama PRO3 RRI, Rabu, 19 Agustus 2026.
Guncangan gempa susulan yang masih terus terjadi di wilayah Flores menghambat proses pemeriksaan fisik bangunan sekolah secara langsung. Kondisi infrastruktur yang belum terjamin keamanannya berpotensi besar membahayakan keselamatan seluruh peserta didik jika kegiatan tatap muka dipaksakan.
Ambrosius mengarahkan seluruh murid untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh secara daring dari rumah dengan pengawasan ketat orang tua. Pihak sekolah juga diwajibkan menentukan lokasi titik kumpul darurat demi mengantisipasi potensi bahaya saat terjadi guncangan susulan.
“Karena kepanikan biasanya justru meningkatkan jumlah korban jiwa. Lalu kemudian sekolah juga harus sampai dengan menentukan titik kumpul,” ucap Ambrosius.
Pemerintah daerah menyiapkan fasilitas tenda darurat bagi sekolah yang gedung utamanya rusak parah dan tidak dapat digunakan lagi. Layanan pendampingan psikologis atau trauma healing turut disediakan bersama mitra untuk memulihkan kondisi mental para peserta didik.
Ambrosius mengingatkan pentingnya kesiapan simulasi keadaan darurat agar seluruh fasilitas sekolah menjadi lingkungan yang aman dari bencana. Pemenuhan sarana belajar sementara akan terus dimaksimalkan agar hak pendidikan para murid tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama lembaga kemanusiaan turut mendistribusikan bantuan logistik berupa tenda darurat ke lokasi bencana. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengondisikan jajaran kampus lokal untuk membantu proses pemulihan sektor pendidikan terdampak.
"Pemerintah memastikan proses pembelajaran serta pemenuhan hak belajar murid tetap berlangsung sesuai kondisi di lapangan," ujar Abdul.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....