Kemenko PMK Prioritaskan Pemulihan Layanan Pendidikan Gempa NTT
- 20 Agt 2026 05:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mengutamakan pemulihan layanan pendidikan agar aktivitas belajar anak-anak tidak terhenti terlalu lama akibat kerusakan sekolah pascagempa tersebut,
- Jika sekolah dinilai tidak aman, BNPB bersama kementerian terkait akan menyediakan tenda sebagai tempat belajar darurat bagi siswa
- Saat ini difokuskan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secepatnya dengan aman.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memprioritaskan pemulihan layanan pendidikan pascagempa NTT. Langkah ini diambil agar aktivitas belajar anak-anak terdampak bencana tidak terhenti terlalu lama.
Pemerintah pusat juga menyalurkan berbagai bantuan pemenuhan kebutuhan dasar di tujuh kabupaten terdampak bencana. Penggunaan dua gudang pendampingan nasional di Labuan Bajo dan Maumere dimaksimalkan untuk penyaluran logistik.
Pendataan kerusakan bangunan sekolah di wilayah terdampak sempat terkendala oleh gangguan jaringan komunikasi. Pemerintah daerah menetapkan kebijakan pembelajaran mandiri dari rumah selama tiga hari untuk evaluasi keamanan.
Kecamatan Palue menjadi fokus perhatian utama penanganan akibat mengalami tingkat kerusakan sarana sekolah cukup berat. Petugas lapangan terus memeriksa kelayakan gedung secara ketat guna memastikan keselamatan para siswa.
Kementerian ini juga mengoordinasikan perumusan kebijakan serta sinkronisasi program pemerintah di bidang penanggulangan bencana. Demikian disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan.
“Jika sekolah dinilai tidak aman, BNPB bersama kementerian terkait akan menyediakan tenda sebagai tempat belajar darurat bagi siswa,” kata Lilik Kurniawan dalam dialog bersama PRO3 RRI, Selasa 18 Agustus 2026.
Pendistribusian bantuan medis dan makanan terus diprioritaskan untuk warga yang berada di titik pengungsian. Lilik menjelaskan skema penyaluran logistik darurat ke wilayah yang terdampak bencana tersebut.
“Kami menggunakan dua gudang pendampingan nasional, Labuan Bajo dan Maumere, untuk mendukung distribusi kebutuhan wilayah terdampak,” tutur Lilik.
Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka mengawal kelangsungan proses kegiatan belajar mengajar darurat. Plt. Kadis Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka, Patris Pederiko, menyampaikan skema pembelajaran sementara.
“Untuk sementara, pembelajaran berlangsung dari rumah selama tiga hari sambil mengevaluasi keamanan gedung dan kebutuhan pembelajaran,” tutur Patris. Evaluasi ketat terhadap seluruh bangunan terus dilakukan sebelum fasilitas pendidikan diizinkan beroperasi kembali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....