Kemenekraf Pecahkan Rekor Dunia GWR lewat 306 Pegawai Berwastra Tenun Nusantara
- 18 Agt 2026 09:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenekraf mencatat rekor GWR setelah 306 pegawai mengenakan wastra tenun Nusantara asli, melampaui syarat minimum 250 peserta.
- Penggunaan wastra tenun dinilai dapat mendorong ekonomi penenun, perajin, desainer, dan pelaku fesyen.
- Kemenekraf ingin menjadikan wastra Nusantara semakin dikenal secara global sebagai identitas budaya sekaligus kekuatan ekonomi kreatif Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakartra - Kementerian Ekonomi Kreatif berhasil mencatatkan rekor dunia Guinness World Records dalam rangkaian HUT ke-81 RI. Sebanyak 306 pegawai Kemenekraf mengenakan wastra tenun Nusantara asli yang dibuat menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin atau ATBM.
Capaian itu dikonfirmasi oleh Official Adjudicator Guinness World Records, Austin Johnson. Proses verifikasinya dilakukan pihak GWR selama 90 menit.
Ia menyebut jumlah minimum untuk kategori Largest Gathering of People Wearing Traditional Indonesian Woven Textiles adalah 250 orang. Sedangkan Kemenekraf berhasil melibatkan 306 peserta.
“Syarat minimum untuk rekor ini adalah 250 orang, saya dapat memastikan bahwa Kementerian Ekraf telah mencapai 306 orang. Kementerian Ekraf telah meraih gelar Guinness World Records untuk kategori yang baru,” ucap Austin Johnson, Senin, 17 Agustus 2026.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan, pencapaian tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan keberagaman wastra Nusantara. Sekaligus mendorong keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif.
Menurutnya, penggunaan wastra tenun dapat memberikan manfaat ekonomi bagi penenun, perajin, desainer, pegiat fesyen, hingga masyarakat luas. “Seiring meningkatnya tren terhadap subsektor fesyen, memakai wastra tenun Nusantara menjadi relevan dengan gaya hidup masa kini,” ucapnya saat menerima penghargaan GWR di Auditorium Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta.
Ia menyebut setiap kain tenun memiliki ciri khas, filosofi, dan identitas masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, penggunaan tenun Nusantara dalam pemecahan rekor dunia tersebut dinilai turut membantu menggerakkan ekonomi para perajin tradisional.
Kemenekraf berharap pencatatan GWR dapat memperluas pengenalan wastra Indonesia di dalam negeri maupun kancah global. “Pesona padu padan ini mengingatkan Indonesia sebagai negara dengan warisan budaya dari kekuatan ekonomi kreatif Indonesia," ujar Teuku Riefky.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....