Menteri Ekraf Ingin Tenun jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif
- 13 Agt 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menekraf Teuku Riefky mendorong tenun menjadi kekuatan ekonomi kreatif melalui penguatan desain dan nilai ekonomi.
- Weaving Archipelago menghadirkan tenun Nusantara dengan pendekatan fesyen, desain, dan gaya hidup kontemporer untuk mendekatkan tenun kepada generasi muda.
- Pemerintah mendorong perlindungan kekayaan intelektual, perluasan pasar, dan kolaborasi agar tenun Indonesia semakin mendunia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mendorong tenun Nusantara menjadi kekuatan ekonomi kreatif. Dorongan itu utamanya melalui penguatan desain, kekayaan intelektual, dan perluasan akses pasar.
Hal itu disampaikan saat membuka Weaving Archipelago, bagian dari rangkaian Glorify Indonesia 2026 di Senayan City, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026. Ia mengapresiasi kolaborasi Senayan City dan CTI dalam mengangkat tenun Nusantara melalui fesyen dan desain.
“Tenun itu sebetulnya sudah lama, kemudian para desainer juga mendesainnya dengan segala kreativitas. Tetapi harus kita dukung, harus kita tampilkan terus agar nilai ekonominya terus berkembang,” katanya, dikutip dari pernyataan resmi Kementerian Ekonomi Kreatif, Kamis, 13 Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau sejumlah instalasi yang menjadi bagian dari Weaving Archipelago. Beragam instalasi tersebut menampilkan proses dan kekayaan tenun Nusantara sekaligus mendekatkan karya perajin kepada masyarakat di ruang publik.
Teuku menekankan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual dan desain tenun agar memiliki nilai ekonomi sekaligus terlindungi dari pembajakan. Ia berharap, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara perajin, desainer, pelaku usaha, masyarakat, dan mitra lainnya.
Hal yang sama disampaikan Sekretaris Jenderal CTI, Intan Fauzi. Ia mengatakan, Weaving Archipelago sendiri merupakan bagian dari upaya panjang CTI memperkenalkan dan memasarkan tenun Indonesia.
“Di tengah gempuran brand-brand internasional, alhamdulillah kebanggaan Indonesia salah satunya tenun ditempatkan di lantai dasar ini. Ini menjadi satu kebanggaan buat kami,” ujar Intan.
Sejak berdiri pada 2008, CTI telah membina perajin di 28 kabupaten/kota pada 14 provinsi. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas sekaligus memperluas pasar tenun Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....